Konseling menurut Isti Ilma (Psikolog BP3AKB Provinsi Jawa Tengah) adalah proses terjadinya interaksi antara konselor dan konseli untuk memecahkan masalah dan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam konseling. Yang paling dibutuhkan (kunci untuk melakukan konseling) adalah teknik komunikasi yang baik.
Konseling berasal dari kata counsel yang
diambil dari bahasa yunani yang berarti bicara bersama, maknanya: ada tujuan
tertentu yang ingin dicapai.
Kalau di arisan, perkumpulan,
komunitas dll itu hubungannya bukan konseling
Dalam konseling ada hal-hal yang
berbeda yakni pertemuan antara konselor dan konseli
Ketika datang dan bicara bersama
membawa masalah kemudian mencari alternatif bersama dan kemudian mencari solusi
Makna konseling, kita bukan orang
yang paham seluruhnya tentang klien. Kita hanya partner dan kita tidak berhak
menentukan apa yang harus dilakukan klien. Sistemnya hanya membantu memecahkan
masalah.
Ada proses belajar, klien
memiliki macam-macam karakteristik sehingga saat konseling terjadi kita mencoba
menemukan potensi, karakter dari klien. Visi misi dinas sosial adalah
mengembalikan fungsi sosial anak (klien)
4 hal yang penting dari konseling
1. Konseling
sebagai proses
Konseling tidak
cukup dilakukan sekali
2. Sebagai
hubungan spesifik
Kalau di LSM dan
peksos: pendamping dan korban/klien
Hubungan kedua
belah pihak, ada hubungan yang terbangun dari awal pertemuan. Antara psikolog dengan
klien,
3. Konseling
adalah membantu klien
Membantu bukan
memberi,
4. Konseling
untuk mencapai tujuan hidup
Klien tidak tahu
mencapai tujuan itu bagaimana, tidak bisa menemukan tujuan. Akhirnya konselor
membantu menemukan tujuan.
5. Usaha
memberikan nasehat
Kadang-kadang
konseling itu berisi nasehat, padahal orang kalau diberi nasehat itu capek, dan
konseling tidak berarti memberi nasehat
6. Konseling
sama dengan informasi
Selesaikan dulu
konselingnya baru ditawarkan klien butuh informasi apa
7. Menciptakan
ketergantungan pada konselor
Jangan menciptakan
ketergantungan dengan klien,
8. Mempengaruhi
klien
Konselor tidak
boleh mempengaruhi klien, misal mengatakan bahwa hal ini bahaya atau bagaimana
9. Harus
netral nilai
Sering kita
tidak netral, pilih-pilih dalam mendampingi klien. Kita butuh stabilitas emosi,
siapapun yang datang kita harus mendampingi
10 Sama
dengan interview
Sangat berbeda,
dalam konseling memakai teknik wawancara, kita menggunakan pendekatan dan
mencari tujuan bersama. Konselor hanya membantu untuk memecahkan masalah klien
Persamaan konseling, psikoterapi
dan psikososial
Persamaan: menggunakan aplikasi
dan prinsip psikologi, menekankan pada kebutuhan klien, memberikan
dorongan/motivasi,
Perbedaan:
Konseling: situasional lebih ke
kondisi korban, saat ini dan akan datang, jangka pendek, wilayah pencegahan,
orang yang normal, peksos dan konselor kemudian baru ke psikolog,
Psikoterapi: masalah emosional,
masa lalu, jangka panjang, penyembuhan, orang yang patologis, medis (perawat
atau dokter umum) paramedis,
Psikososial: masalah sosial
(gempa, lapindo), saat ini, jangka panjang, pemulihan, orang normal akibat
tekanan, peksos/volunteer,
Asumsi dasar konseling
1. Klien
tidak dianggap sakit mental
2. Bertumpu
pada masa kini
Lihat masalahnya
sekarang, jangan terlalu berfokus pada masa lalu atau masalah-masalah lain
diluar masalah yang akan di konselingkan.
3. Klien
bukalah pasien
Pasien adalah
orang yang sakit, kalau klien orang yang normal
4. Konselor
secara moral tidak netral
Bagaimana kita
mengelola emosi kita, secara moral kadang kita pilih-pilih
5. Fokus
pada perubahan perilaku dengan kesadaran
Bagian dari modifikasi dalam konseling, kita dapat
menggali potensi yang dimiliki sampai kemudian klien menemukan potensi dan
solusi yang terbaik untuk dirinyaSumber: Diskusi dalam Pelatihan Pendamping Korban Kekerasan oleh BP3AKB Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 20 Juni 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar