Sudah dua pantai yang saya datangi di pulau dewata ini, pantai berawa dan pantai kuta. Dua pantai yang tetap bersih dan terawat walaupun tidak ada tiket masuk yang dibebankan untuk biaya perawatan, pun tak perlu tulisan besar yang harus selalu memperingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian hal ini membuat saya berfikir, apa yang diterapkan sehingga masyarakat memiliki kesadaran yang teramat kuat untuk menjaga dan merawat alamnya? benar-benar berbanding terbalik ketika membandingkannya dengan pantai yang biasa saya kunjungi di semarang, yakni pantai maron dan marina. Dua pantai yang jelas di kelola bahkan untuk menikmati deburan ombaknya pengunjung harus merogoh kocek walau tak seberapa, setidaknya itu bukti bahwa ada dana yang memang dikumpulkan secara khusus untuk merawat pantai tersebut. Walhasil, bukannya semakin terawat tapi malah semakin banyak bangunan yang dibentuk dan menghilangkan kesan pantai yang alami. Musthofiyah, salah satu imigran mengatakan 'rata-rata pantai di bali tidak memungut biaya tiket untuk masuk' 'dan tidak perlu tukang parkir untuk mengamankan kendaraan yang diparkir saat menikmati indahnya pantai, karna disini aman' imbuhnya.
Kesadaran
Satu hal yang sangat mudah diucapkan namun sangat sulit dipraktekkan, walaupun mungkin kesadaran untuk menjaga lingkungan dan alam agar tetap indah sudah lama dimengerti dan dipahami. Namun apa yang terjadi, sampah masih berserakan dimana-mana, pengabaian dan pemakluman masih tetap diberlakukan. Meskipun peringatan besar terpampang sangat jelas, ternyata tak menjadi alarm yang tegas untuk memberantas. Alangkah ruginya kita jika membiarkan alam yang sebenarnya indah kemudian rusak karna ulah manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Mari memulai menjaga alam kita, berawal dari diri sendiri :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar