Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Resensi Film A Tale of Legendary Libido

        Film korea yang di rilis 30 April 2008 ini menceritakan kisah tentang suatu desa yang di dominasi oleh perempuan, cerita berawal dari seorang perempuan tua (perawan tua) yang belum memiliki pasangan. Dia berdo'a kepada dewa agar segera dipertemukan dengan jodohnya, singkat cerita sang perawan tua marah karna dewa tak kunjung mengirimkan jodoh untuknya. Dia melemparkan alas kakinya ke muka dewa sampai hidung sang dewa patah, anehnya setiap kali hidung dewa tersebut di pegang dan berucap 'untuk apa ini?' pasukan laki-laki kemudian datang dan melakukan hubungan seks dengan siapapun yang ditemuinya. 
        Melihat fenomena semacam itu seorang bissu merasa resah dan kemudian mengambil sikap untuk mendapatkan tongkat (red. sebutan untuk hidung dewa yang patah) dan menguburnya di dekat patung dewa agar kejadian-kejadian tersebut tidak terulang kembali.
        Byun, seorang laki-laki yang menjadi tokoh utama disini dan kebetulan berprofesi sebagai penjual makanan kecil keliling. Suatu hari, saat byun berkeliling menjajakan dagangannya ada seorang perempuan yang memanggilnya dan hendak membeli dagangannya. Dengan ragu byun menghampiri perempuan tersebut dan memberikan dagangannya kepada perempuan yang tengah mandi tersebut, tidak disangka perempuan tersebut menarik byun dan memperkosanya. Dari kejadian tersebut sang perempuan (perawan tua yang berdo'a pada dewa) menyampaikan kekecewaannya karena ternyata byun impotensi. Hal tersebut juga yang kemudian menjadi pembicaraan publik (perempuan-perempuan desa) yang kemudian menggunjing 'kelemahan' byun dibalik kemampuan fisiknya yang kuat.
        Byun merasa tertekan karna kelemahannya, sampai pada akhirnya dia menemukan arak yang ditanam di dekat patung dewa berdasarkan pengarahan dari seorang bissu yang ia tolong, tapi ia tidak memerhatikan peringatan bissu yang melarangnya untuk menghabiskan arak tersebut karna akan berakibat pada kemakmuran desa. 

Kamis, 08 Maret 2012

Resensi Film North Country

       Josey, perempuan yang memilih pergi saat pasangannya Wayne melakukan kekerasan terhadapnya. Ia memiliki dua orang anak yang tidak tau siapa ayah kandungnya, perempuan dengan riwayat masa lalu yang rumit.  Seakan menyudutkan setiap lakunya untuk berbuat sesuatu, sampai dia bertemu dengan Glory, perempuan pertama yang bekerja di tambang dan menawarinya untuk bekerja di tempat yang sama. Namun ayahnya menolak keras ketika ia meminta pendapat padanya untuk bekerja di tambang di tempat ayahnya bekerja pula.
      Hari pertama, memulai untuk mengenal lokasi tambang dimana ia akan ditempatkan. tiba-tiba ia bertemu dengan teman dekatnya saat di SMA, Bobby Sharp-yang kemudian memilihnya untuk bekerja di bagian pasir. Beberapa kali ia mengalami pelecehan seksual di tempat ia bekerja, begitu juga teman-temannya yang lain. Anehnya, mereka semua memilih diam dan tidak melaporkannya. mereka butuh pekerjaan itu, walaupun di tempat mereka bekerja mereka tidak dihargai sebagai perempuan, dilecehkan dan dipermainkan.
     Josey yang geram kemudian melaporkan tindakan-tindakan tidak senonoh itu pada atasannya, namun respon yang didapat tak seperti yang ia harapkan. atasannya justru menuduhnya sebagai perempuan penggoda yang hobby tidur dengan laki-laki beristri. Josey tak punya pilihan lain, ia pun butuh pekerjaan itu dan hal tersebut juga yang membuat kawan-kawannya bungkam dan menolak untuk melaporkan kejadian yang mereka alami.
     mengungkap riwayat masa lalunya, menanyakan siapa ayah sammy (anak pertamanya). dan Ia hanya menjawab ia tidak tau siapa ayah sammy, dan tiba-tiba pengacara memanggil seorang saksi-seorang guru SMA Josey yang dulu pernah punya hubungan khusus dengannya (menurut cerita bobby). Saat pengacara menanyakan perihal sejauh mana hubungan Josey dengan sang guru, tak disangka saat usianya 16 tahun sang guru memperkosanya, dan Bobby yang mengetahui peristiwa itu memilih untuk lari dan pergi begitu saja.
    dari pengakuan itulah ayah josey mulai mengerti, josey tidak hamil bukan karna sering berhubungan intim dengan banyak pasangan sehingga ia tidak tahu siapa ayah sammy. tapi ia menutupi rahasia kekerasan yang ia alami serapat mungkin, tiba-tiba saja ayah josey beranjak dan menghampiri Mr.L guru SMA Josey dan josey-pun memilih pergi meninggalkan ruangan karna tidak tahan menahan kemuakkan yang sudah sangat lama ia telan. Josey semakin goyah saat pengacara dari tempat ia bekerja menunding hal-hal yang bersifat pribadi untuk melemahkan laporan josey. sebab keluhan hanya datang dari dia, dan teman-teman perempuan yang lain memilih bungkam dan tidak mengeluh didepan pengadilan.
    Hingga akhirnya ..... yang sakit turut bersuara untuk mendukung josey, kemudian seluruh orang dalam ruang sidang pelan-pelan berrdiri dan memberi dukungan pada josey

Senin, 27 Februari 2012

Resensi Film Provoked

Lagi-lagi persoalan budaya, kekerasan menjadi sesuatu yang patut dimaklumi dan didiamkan jika terjadi dalam rumah tangga. Aisywarya Rai (sebagai Kiranjit Ahluwalia) perempuan India yang menikah dengan laki-laki yang tak pernah ia kenal namun menjanjikan kebahagiaan. Deepak Ahluwalia, suami yang kasar, pencemburu dan over protective. setelah 10 tahun menikah dan tidak satu malampun bahagia, akhirnya kiranjit memutuskan untuk menghentikan kekerasan-kekerasan yang dilakukan suaminya selama ini dengan  membakarnya hidup-hidup. dan hal itu juga yang menyeretnya kepenjara sampai kemudian ia menemukan kebebasan yang sesungguhnya di penjara. rasa bersalahnya semakin kuat saat ia mendapat kabar bahwa suaminya meninggal karna luka bakar yang tak bisa ditangani, penyesalan membuatnya tidak menolak ketika dijatuhi hukuman mati oleh hakim.
sampai dia sadar dari cerita seorang tahanan satu sellnya yang juga membunuh suaminya karna sering melakukan kekerasan, ia pun mengakui tidak pernah sedikitpun menyesal karna memilih untuk membunuh suaminya, ia justru menyesal karena itu tidak dia lakukan dulu, sebelum kekerasan-kekerasan yang ia alami semakin banyak.

Resensi Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita

   Film ini dirilis pada bulan oktober tahun 2010 silam, film yang di produseri oleh Intan Kieflie ini menceritakan kisah tentang 7 perempuan yang memiliki kisah hidup yang berbeda. 
   Kartini, seorang dokter yang memiliki pengalaman yang mengecewakan dimasa mudanya dengan seorang laki-laki yang kemudian dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang complicated dari pasiennya yang kebetulan mengalami kekerasan dari laki-laki. Hal tersebut juga yang membuat dia memilih untuk tidak membuka hati dan menikah sampai diusianya yang ke-45.
   Lili, perempuan tionghoa yang sangat mencintai suaminya. tapi sering mendapat kekerasan dari suaminya, karena suaminya memiliki kelainan seksual sadisme/masokisme (seseorang yang mendapat kepuasan seks setelah lebih dulu menyakiti pasangan seksnya baik fisik maupun psikologis/mendapat kepuasan seks setelah disakiti pasangan seksnya)*.
   Yanti, perempuan pekerja seks yang menjajakan tubuhnya lantaran kondisi yang memaksanya begitu. bukan masalah ekonomi yang dimunculkan dalam film ini melainkan cerita dari sang perempuan yang awalnya bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan namun karena kebejatan bosnya akhirnya ia memilih untuk menjadi PSK. dalam film ini yanti mengalami guncangan yang sangat hebat saat mendapati diirinya mengidap penyakit kangker rahim, dan sang AnJeLo (Antar Jemput Lonte) 'Bambang' yang memperkuat yanti untuk tetap berjuang melawan penyakitnya.
   Rara, gadis kecil kelas 2 SMP yang terlibat kenakalan remaja hingga akhirnya hamil dengan pacarnya (Acin anak SMA)
   Lastri, perempuan gendut yang seolah memiliki pasangan ideal. walaupun selama pernikahan mereka tidak dikaruniai anak, namun sang suami tetap setia mendampingi. namun disisi lain Hadi sang suami yang seolah-olah sempurna sebagai seorang suami ternyata sudah memiliki istri
   Ningsih,wanita karir yang memiliki peran dominan dalam keluarga, mengurus segala keperluan rumahtangga dan menanggung semua kebutuhan. pergulatan inilah yang menyebabkan ningsih berobsesi memiliki anak laki-laki lantaran sang suami yang tidak bisa tegas dan hanya bisa diam. dan barangkali perlakuan tersebutlah yang membuat hadi mencari perempuan lain yang mampu menghargai keberadaannya
   Ratna, perempuan berjilbab nan sholehah. menikah selama 5 tahun namun belum dikaruniai anak, sampai pada akhirnya dia hamil. namun malang, walaupun ratna hamil marwan pun tidak memperlihatkan perhatian dan kebahagiaannya karna sang istri telah hamil setelah sekian lama menunggu. justru saat usia kandungannya sudah tua, sang suami ketahuan selingkuh dan memiliki anak berusia 3 tahun.
   Fenomena kehidupan yang bertumpuk menjadi satu, kekerasan atas nama cinta, perempuan-perempuan penjaja seks, kenakalan remaja yang tidak bisa ditolerir dan semakin meraja lela, perempuan karir yang tidak menghargai pasangannya, perselingkuhan, dan lain-lain. seolah menjadi persoallan yang tidak asing lagi di kehidupan sehari-hari.
   sampai pada kesimpulan yang dapat diambil pada percakapan Marcella Zalianty (dokter Rohana) bersama Jajang C. Noer (dokter Kartini) bahwa tidak semua perempuan adalah korban dan tidak semua laki-laki itu sama. Perempuan tetap punya kebebasan atas apapun begitu juga laki-laki, yang diperlukan hanyalah kesepahaman antara kedua belah pihak

* dalam buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita karangan Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG halaman: 22