Tampilkan postingan dengan label Public. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2013

SKIZOFRENIA PARANOID

oleh: Nurul Intani dan Natalia Dewi Pratiwi


A. Kasus
Kasus dalam film pendek yang diputar merupakan salah satu jenis gejala Skizofrenia Paranoid dimana subjek selalu merasa takut dan terancam, sejak kecil dia merasa tidak diharapkan oleh ibunya, tidak didukung dan dibatasi untuk berkarya. Gelisah (merasa dibisiki untuk bunuh diri) dan sering berteriak dengan alasan yang irasional. Di akhir cerita subjek menjelaskan sedikit hal yang ia harapkan, yakni ia butuh teman dan butuh pengertian.

B. Definisi
Gangguan psikotik yang merusak yang dapat melibatkan gangguan yang khas dalam berpikir (delusi), persepsi (halusinasi), pembicaraan, emosi dan perilaku. Keyakinan irasional tentang dirinya atau isi pikiran yang menunjukkan kecurigaan tanpa sebab yang jelas, seperti bahwa orang lain bermaksud buruk atau bermaksud mencelakainya (Raboch, 2007)

C. Tipe-tipe Skizofrenia
Berdasarkan PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Kejiwaan), tipe-tipe Skizofrenia dibagi menjadi sebagai berikut :
F 20.0 Skizofrenia Paranoid
F 20.1 Skizofrenia Hebefrenik
F 20.2 Skizofrenia Katatonik
F 20.3 Skizofrenia tak terinci
F 20.4 Depresi Pasca Skizifrenia
F 20.5 Skizofrenia Residual
F 20.6 Skizofrenia Simpleks

D. Skizofrenia Paranoid
     Orang penderita Skizofrenia di Indonesia saat ini disebut dengan ODS (Orang Dengan Skizofrenia) oleh Asosiasi orang peduli Skizofren. Untuk seterusnya, penulis akan menyebut dengan ODS dalam topic bahasan Skizofrenia Paranoid ini.
     Tipe ini ditandai dengan munculnya pikiran-pikiran tentang adanya persekongkolan atau sentimen negatif orang lain yang merupakan ancaman bagi dirinya, terlihat begitu nyata dan mencolok meski sebenarnya itu hanya skenario yang berlangsung di dalam pikirannya sendiri. Ditambah pula halusinasi pendengaran dimana ODS mendengar suara-suara yang tak didengar oleh orang lain.
     Secara umum tipe ini terlihat paling ‘normal’ dibanding tipe-tipe lainnya, terutama kalau yang bersangkutan mampu mengendalikan diri. ODS paranoid mampu bekerja dan bersosialisasi secara wajar. Perilaku yang muncul ke permukaan sangat tergantung pada muatan delusi/halusinasi dalam pikirannya, ODS yang meyakini adanya persekongkolan jahat akan cenderung gampang tersinggung atau marah. Kondisi tak nyaman kerapkali merupakan pemicu rangkaian gejala lainnya (Widyowati, 2013)

E. Gejala-gejala Skizofrenia Paranoid
 Gejala positif

a. Delusi atau waham : Suatu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal). Meskipun telah dibuktikan secara objektif bahwa keyakinannya itu tidak rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya.
ODS ini meyakini bahwa ayahnya adalah orang yang jahat
b. Halusinasi : Pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan (stimulus). Misalnya penderita mendengar suara-suara/ bisikan-bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara/ bisikan itu.
ODS ini merasakan bahwa di kamarnya terdapat seseorang yang selalu membisikkan sesuatu yang negatif tentang dirinya
c. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, emosinya meluap-luap
ODS ini sering berteriak dengan alasan yang irasional
d. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya.
ODS ini merasa ketakutan setiap kali berhalusinasi bahwa ada orang yang akan melukainya

Gejala negatif
a. Alam perasaan (affect) ”tumpul” dan ”mendatar”
    Gambaran alam perasaan ini dapat terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi.
    Wajah dari ODS ini terlihat datar, ia tidak mampu menunjukkan ekspresi dari dirinya
b. Menarik diri atau mengasingkan diri, tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain dan suka melamun.
ODS ini hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau mencoba berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya

F. Penanganan

1. Multidisipliner
2. Dukungan Sosial Keluarga
Niven dalam Susilowati (2000) bahwa komponen-komponen dukungan sosial keluarga adalah sebagai berikut :
· Dukungan Emosional
Dukungan emosional memberikan pasien nyaman, merasa dicintai meskipun saat mengalami suatu masalah, bantuan dalam bentuk semangat, empati, rasa percaya, perhatian sehingga individu yang menerimanya merasa berharga. Pada dukungan emosional ini keluarga menyediakan tempat istirahat dan memberikan semangat kepada pasien yang dirawat di rumah atau rumah sakit jiwa. Jenis dukungan bersifat emosional atau menjaga keadaan emosi atau ekspresi. Yang termasuk dukungan emosional ini adalah ekspresi dari empati, kepedulian, dan perhatian kepada individu. Memberikan individu perasaan yang nyaman, rasa memiliki dan merasa dicintai saat mengalami masalah, bantuan dalam bentuk semangat, kehangatan personal, cinta, dan emosi. Jika stres mengurangi perasaan seseorang akan hal yang dimiliki dan dicintai maka dukungan dapat menggantikannya sehingga akan dapat menguatkan kembali perasaan dicintai tersebut. Apabila dibiarkan terus menerus dan tidak terkontrol maka akan berakibat hilangnya harga diri.
· Dukungan Pengharapan
Dukungan pengharapan merupakan dukungan berupa dorongan dan motivasi yang diberikan keluarga kepada pasien. Dukungan ini merupakan dukungan yang terjadi bila ada ekspresi penilaian positif terhadap individu. Pasien mempunyai seseorang yang dapat diajak bicara tentang masalah mereka, terjadi melalui ekspresi penghargaan positif keluarga kepada pasien, penyemangat, persetujuan terhadap ide-ide atau perasaan pasien. Dukungan keluarga ini dapat membantu meningkatkan strategi koping pasien dengan strategi-strategi alternatif berdasarkan pengalaman yang berfokus pada aspek-aspek positif. Dalam dukungan pengharapan, kelompok dukungan dapat mempengaruhi persepsi pasien akan ancaman. Dukungan keluarga dapat membantu pasien mengatasi masalah dan mendefinisikan kembali situasi tersebut sebagai ancaman kecil dan keluarga bertindak sebagai pembimbing dengan memberikan umpan balik dan mampu membangun harga diri pasien.
· Dukungan Material
Dukungan ini meliputi penyedian dukungan jasmaniah seperti pelayanan, bantuan finansial dengan menyediakan dana untuk biaya pengobatan, dan material berupa bantuan nyata (Instrumental Support/Material Support), suatu kondisi dimana benda atau jasa akan membantu memecahkan masalah kritis, termasuk didalamnya bantuan langsung seperti saat seseorang membantu pekerjaan sehari-hari, menyediakan informasi dan fasilitas, menjaga dan merawat saat sakit serta dapat membantu menyelesaikan masalah. Pada dukungan nyata, keluarga sebagai sumber untuk mencapai tujuan praktis.
· Dukungan Informasi
Dukungan ini meliputi jaringan komunikasi dan tanggung jawab bersama, termasuk didalamnya memberikan solusi dari masalah yang dihadapi pasien di rumah atau rumah sakit jiwa, memberikan nasehat, pengarahan, saran, atau umpan balik terhadap apa yang dilakukan oleh seseorang. Keluarga dapat menyediakan informasi dengan menyarankan tempat, dokter, dan terapi yang baik bagi dirinya dan tindakan spesifik bagi individu untuk melawan stressor. Pada dukungan informasi, keluarga sebagai penghimpun informasi dan pemberi informasi.








DAFTAR PUSTAKA
· Maslim Rusdi, (2001). Buku Saku Diagnosa Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas Dari PPDGJ – III. Nuh Jaya. Jakarta
· Raboch. (2011). Schizophrenia, Call of Paper. Prague: Raboch Department of Psychiatry
· Siswanto, (2007). Kesehatan Mental; Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Penerbit Andi. Yogyakarta
· Widodo. (2010). Dukungan Sosial pada Penderita Skizofrenia. Retrieved from http://file.usu.edu/Direktori/FPTK/JUR.PSIKOLOGI.pdf, 27 April, 2013
· Widyowati, (2013). Orang Dengan Skizofrenia, Retrieved from www.Kompasiana.com , 27 April 2013

Rabu, 03 April 2013

BERMAIN PADA ANAK USIA DINI

Perbedaan Antara Bermain & Bekerja
BERMAIN
BEKERJA
·           Penekananya pada proses bermain.
·           Tidak bertujuan pada prestasi
·           Penekanannya pada pencapaian prestasi
·           Membebani anak untuk selalu lebih, mencapai performa terbaik sehingga memunculkan ketegangan, kejenuhan dan kelelahan.

Definisi Bermain
· Merupakan aktivitas sosial yang dilakukan dalam kelompok dan berulang-ulang, ditandai suasana hati yang senang
· Direncanakan dan memiliki tujuan tertentu, memiliki media bermain yang sesuai.

Fungsi Bermain
· Memberi stimulasi bagi perkembangan fisik, kognitif, sosial emosional, dan lain-lain,
· Pemberian stimulasi secara kontinyu akan mengembangkan dan memperkuat neuron-neuron di dalam otak.

Ciri-Ciri Kegiatan Bermain
1. Berdasarkan motivasi intrinsik yaitu berdasarkan keinginan sendiri
2. Diwarnai emosi & perasaan positif, ada nilai tersendiri sehingga cenderung diulang
3. Fleksibel : kegiatan mudah beralih, dari satu aktivitas ke lainnya
4. Penekanan pada proses
5. Bebas memilih
6. Kualitas pura-pura, anak bisa bereksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan baru

Tahapan Bermain
1. Tahapan Bermain Fungsional (1 – 2 tahun)
Didominasi dengan pengulangan gerakan otot, aktivitas motorik halus dan kasar.
2. Tahapan Bermain Konstruktif (3 – 6 tahun)
Menggunakan obyek, material untuk membuat sesuatu. Misalkan : block design, puzzle, dll
3. Tahapan Bermain Pura-pura (3 – 7 tahun)
Ada tokoh imagery. Misalkan : bermain drama, imaginatif, bermain peran, dongeng

Unsur-unsur Permainan yang Optimal
1. Energi bermain yang cukup
2. Waktu luang dan waktu yang tepat
3. Ruang gerak yang cukup
4. Pengetahuan mengenai cara bermain, termasuk aturan permainan
5. Teman bermain
6. Peralatan yang menunjang
7. Variasi permainan

Permainan Multisensori
Yaitu kegiatan bermain yang dilakukan dalam kelompok kecil, melibatkan aktivitas melihat, mendengarkan, menyentuh, gerak.

Nilai Hidup yang Dikembangkan dalam PAUD
1. Empati
2. Kata hati à belajar menghargai kejujuran anak
3. Kontrol diri
4. Saling menghargai
5. Kebaikan
6. Toleransi
7. Kejujuran

Kriteria Kematangan Sekolah (berdasarkan tes NST)
1. Penyesuaian sosial
2. Kemampuan kerja
3. Sikap mandiri




Materi ini di dapat dari perkuliahan Pendidikan Usia Dini di Unika Soegijapranata Semarang









Minggu, 20 Januari 2013

Backpacker Karimun 3

     31 Desember 2012, petualangan menyusuri pulau dimulai. Awal perjalanan yang panjang, kami turun dulu di dermaga untuk menaruh barang di penginapan. Mengirit beban agar tidak terlalu banyak yang dibawa, dan saatnya berpetualang. Pulau pertama yang dituju adalah pulau gosong, pulau yang hanya terdapat beberapa meter pasir yang dikelilingi laut. Katanya kalau cuaca sedang bagus kita yang berkunjung harus siap gosong karna sama sekali tidak ada pohon, pulau yang unik. Lanjut ke pulau berikutnya pulau yang 'guide'nya bilang ada banyak ikan disana dan asyik untuk foto-foto di dasar laut, sayang... ombak laut sedang tidak mendukung. Lokasi yang seharusnya indah itu tidak bisa dinikmati karna ombak masih sangat garang. Akhirnya kami berpindah ke lokasi yang agak tenang dan berfoto-foto di dasar laut, satu persatu mulai bergaya dan belajar menyelam tanpa pelampung. Pengalaman yang menyenangkan dan cukup memuaskan...
     Perjalanan berlanjut, si jhon mulai mengabarkan bahwa kita akan di pulau tempat kita akan makan. Harga makanan disana tiga kali lipat dari harga biasa, jadi kita akan memasak. beramai-ramai kami berjalan ke pulau sambil membawa bahan makanan yang sudah disiapkan. Kami mencari tempat, duduk-duduk sambil menunggu yang lain datang sembari menikmati aroma ikan bakar yang asapnya berhamburan. Ada yang sudah mulai lahap dengan makanannya, ada juga yang sedang asyik membakar ikan... semua sudah berkumpul dan ternyata, tak ada kompor. What? kita mau masak pakai apa? Akhirnya mas Qhaslim dengan sigap mencari patahan daun kelapa dan mulai membakarnya. Kami mulai buka bekal yang kami bawa, tak ada beras.. teriakan lagi yang muncul, kita akan makan apa kalau nggak ada beras. makan mi lagi? Haduh... nasib buruk. Kami memaksa 1 teman kami lagi untuk mengecek lagi di kapal, dan ketemu gas beserta berasnya. Senyum kecil mulai mengembang, 'sepertinya kita masih punya telur dan beberapa bahan yang lain lagi'  ingatku.. dan akhirnya satu teman lagi berlari ke kapal dan mengecek lagi. Sambil menunggu kami memasak beras yang sama sekali tidak dicuci dulu, alah nggak di cuci juga enak.. Haha, memasak sambil menggila. Tiba-tiba ada bapak-bapak memanggil kami, dia bilang 'ini lho ada sisa nasi dan ikan' mata kami langsung saling melirik sambil malu-malu kucing. Ahay, dapat rejeki.. Sepertinya mereka kasihan karna melihat kami memasak padahal yang lain sudah langsung makan saja. Tiba-tiba tim pencari sisa bekal makanan yang tertinggal di kapal datang, dan ketemu semua bekal yang sudah disiapkan, Aseeekkk.
     Tidak puas dengan sisa makanan yang diberikan kepada kami, bapak-bapak yang tadi bersama teman-temannya lagi memanggil kami 'ini lho masih ada banyak nasi, ikannya juga masih' cihirrr, pesta besar.

Kamis, 10 Januari 2013

Backpacker Karimun 2

    30 Desember 2012 Pagi di Menjangan besar, kami bersiap memasak dan menyiapkan sarapan. Sayur bayem dan kering tempe, menu yang yahuuut dan dalam sekejap ludes. Tiba saatnya bersiap untuk snorkling, siapkan alat dan kostum.. Rasanya sudah tidak sabar, melihat pemandangan laut secara langsung sambil belajar berenang. benar-benar indah, warna warni karang dan ikan dengan rupa dan bentuk yang beraneka ragam.Ini surga kecil dibawah air yang kemarin mengguncangkan isi perut. Pemandangan alam yang indah walaupun langit mulai mendung, dan tiba-tiba... air hujan tumpah begitu saja, beberapa dari kami segera lari ke perkemahan untuk mengamankan barang, beberapa lagi masih asik dengan pengalaman laut. Awas ada bulu babi.. hal yang paling ditakuti saat menyelam di Menjangan Besar, benda laut ini dikenal galak jika kita sampai menyenggolnya, katanya yang terkena tusukannya bisa demam atau bentol-bentol jika sistem imun dalam tubuh kita tidak bisa melawannya. Ternyata si 'tambun' yang menikmati sengatan bulu babi.. dalam perjalanan menyusuri karang-karang yang indah itu tiba-tiba kami melihat perangkap ikan di dasar laut, ada banyak ikan disana, ikan yang terperangkap di dalam kerangkeng besi dengan ditumpuki karang-karang yang sudah mati. Ada banyak hal yang terbesit, termasuk makan siang yang awalnya tidak kami pikirkan karna tidak ada lauk untuk dimasak. Akhirnya dengan kesepakatan bersama, kami ambil sebagian ikan-ikan yang indah itu. Sayang memang, tapi mungkin ini rejeki dari Tuhan untuk kelanjutan hidup kami (haha, lebay). Rizki dari alam, 'daripada mati karena kelamaan terperangkap' pikir kami nakal. Ada ikan kakak tua, ikan warna-warni, ada yang hijau, merah belang hitam, dll, ikan yang terlalu cantik untuk dimakan. Tapi ya sudahlah, kita makan besar sekarang :D
     Setelah kenyang dengan menu makan siang yang hebat, kami semua menggelar matras dan bersantai di pinggir pantai. Ada sebagian yang sudah tertidur pulas diujung sana, ada juga yang masih asyik ngrumpi dan berfoto-foto. Akhirnya, aku, aidris dan lina memutuskan untuk ke laut lagi, masih penasaran dan masih ingin menikmati indahnya laut.. mumpung sedang panas, walaupun akhirnya kami seperti kehabisan tenaga. Sore, kapal mulai menjemput.. kami harus berkemas-kemas untuk pindah ke pulau lain, sampai di pinggir dermaga lina langsung tepar, dia kelelahan karna tidak istirahat saking semangatnya ingin menikmati laut, badannya panas dan wajahnya merah. Sudah mirip udang rebus tinggal nambahi kecap... Aku kedinginan karna belum ganti baju dan mandi, terlalu buru-buru naik dari air dan berkemas. Akhirnya ku temukan kamar mandi yang cukup nyaman untuk mandi dan ganti, sedang yang lain sedang menikmati makan di warung. Sudah segar dan aku lapar, ku pesan sepiring nasi dengan sup dan martabak jagung.. menu yang aku sukai walaupun si jhon menghinaku, dia bilang pegawai kok cuma makan pakai gorengan, candanya. ini bukan perkara aku nggak kuat makan ayam jhon, tapi kandungan gizinya. asem tenan! sahutku tidak terima. Jemputan datang sudah cukup malam, motor dengan bak di belakang.. kami menyusuri malam untuk menembus pulau yang akan kami tinggali nanti. Pulau ujung gelam... tenda sudah didirikan, dan kami menikmati malam dipinggir pantai sampai tertidur. Rintik air mulai membasahi kami, dan semua mulai pindah ke tenda. Semalaman ditemani hujan, daan kami tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Begitu hujan reda kami mulai menikmati suasana pinggir pantai di ujung gelam, pantai yang penuh bebatuan besar di pinggirnya. Foto-foto dan memasak air untuk membuat kopi dan memasak mi untuk sarapan.
    Ahay.... Kapal yang akan kami tumpangi sudah datang, saatnya berkemas.. dan mulai berpetualang lagi :D

Senin, 07 Januari 2013

Backpacker Karimun 1

     28 Desember 2012 tepatnya jam 10 malam, kami sebagian rombongan dari semarang dan jogja mulai mengawali perjalanan kami ke jepara setelah beberapa kawan berangkat duluan untuk mengurus tiket. Perjalanan malam yang cukup mengkhawatir ketika kami berhenti sejenak untuk mengisi perut dan ternyata 2 kawan kami sakit, mungkin masuk angin karna musim memang sangat tidak bersahabat. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan lagi, beberapa kali kami terpaksa berhenti tiba-tiba karena kawan kami merasa ingin muntah dan beristirahat dan sungguh, ini membuat kami berpikir untuk melanjutkan perjalanan kembali. Sampai pada akhirnya, kurang lebih pukul 12 kami memutuskan untuk beristirahat di teras Masjid Agung Demak mempertimbangkan kondisi fisik 2 teman kami yang tidak mungkin dipaksakan lagi. Biar istirahat sejenak memulihkan kondisi tubuh yang lelah dan tidak fit.
     29 Desember 2012 pukul 3 kami mulai melanjutkan perjalanan lagi setelah sebelumnya kawan kami yang ngantri tiket memberi kabar kalau jam 4 kami harus sudah di lokasi. Jam setengah 5 kami baru sampai pom bensin setelah desa Troso, kami istirahat untuk sholat subuh sambil memastikan rute perjalanan dan tiket. Jam 6 pagi kami sampai di Dermaga dan sungguh berita pelik yang kami dapatkan, tiket belum ditangan.. teman kami jhon sudah mengantri sejak jam 3 pagi di loket antrian yang belum buka dan sudah dengan antrian panjang, ternyata ada miss dengan orang yang kami titipi tiket sebelumnya. Penyebrangan terancam tertunda sampai besok, hufh.. berita buruk. Detik-detik kebingungan kami, akhirnya jhon dihubungi juga sama orang yang dulu dipeseni tiket dan jam 7 kami harus sudah masuk ke kapal. Dengan lega kami mulai mengatur motor untuk dititipkan ke Sahabat-sahabat PMII Jepara yang kebetulan dari pagi sudah menemani kami di parkiran. Sambil lari-lari kami mulai mengejar waktu karna jam sudah menunjukkan pukul 7, kami sengaja memilih untuk duduk di kapal lantai 3 agar kami bisa memandang laut lepas.
     6 jam lebih penyebrangan, pertama memang sangat menyenangkan. Melihat dataran sampai tak terlihat lagi, dan mulai menyadari kami dikelilingi lautan. Satu persatu tim backpacker mulai tumbang, dari yang mulai tertidur karna tak ada aktifitas yang muntah karna goncangan yang bertubi-tubi.. perjalanan laut yang melelahkan dan menyita banyak energi. Sekitar jam 3 kami sampai di Karimun jawa, tempat yang dinanti.. Ada seorang sahabat lama menyambut kami, Anis beserta suami yang kebetulan tinggal di karimun. Selesai temu kangen, kami lekas berjalan ke ujung dermaga sambil mencari makan, baru beberapa meter kami berjalan hujan deras mengguyur. Hap.. istirahatlah kami di tempat makan, mengisi perut sembari menunggu hujan reda.
     Kapal siap dan kami menyebrang menuju Menjangan Besar, tujuan pertama untuk melepas lelah. Ayo membangun tenda..... Kami membangun tiga tenda, tepat di depan kami ada laut, dan bisakah kalian bayangankan saat kalian membuka mata nanti di pagi hari hal pertama yang kita lihat adalah laut. :D Setelah membangun tenda tak lupa kami mandi, dan What?? sumur yang menyeramkan karena harus melewati pohon-pohon dan lubang-lubang bekas telur penyu, banyak nyamuk dan gelap. Sampai akhirnya Jhon mencarikan kamar mandi yang lebih nyaman digunakan. Kami rombongan 1 (cewek-cewek) berjalan memegangi senter masing-masing berjalan menuju kamar mandi yang ada di seberang, melewati hutan dan meniti kayu yang jadi jembatan antara. Hai, ternyata ada banyak hiu di dekat kamar mandi.. Penangkaran hiu lebih tepatnya, kereeen banget. Kami menikmati pemandangan hiu yang berlalu lalang kesana-kemari, berputar-putar dan jumlahnya banyak.. sampai kemudian kami semua selesai mandi dan kembali ke perkemahan. Kami tak rela menghabiskan malam kami untuk langsung tidur begitu saja, sambil tiduran dipinggir pantai, kami memasak mie, membakar singkong dan kopi, eh bukan kopi karna kami lupa membawa gula.. dan akhirnya menyeduh minuman seadanya, susu sachet coklat di campur bubuk kedelai khas pati (kata aidris, salah satu tim backpaker). Apapun rasanya semua jadi enak, karna memang hanya ada itu. Satu persatu tumbang, istirahat untuk persiapan esok
    

Sabtu, 17 November 2012

Pacaran, bolehkah?

       Pernah denger istilah pacaran? ketika pertanyaan ini saya lontarkan di sebuah diskusi di kampus, rata-rata menjawab pernah, dan hampir seluruh audiences menyatakan dirinya sudah pernah berpacaran walaupun ada yang baru sekali pun ada juga yang sudah berkali-kali pacaran (lebih dari 2 kali). Sebelum membahas banyak hal terkait ‘hukum’ pacaran alangkah butanya kita jika ternyata kita tidak tau apa sebenarnya pacaran itu, apa maksud dari pacaran itu  atau bolehkah berpacaran?.


Definisi Pacaran
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas; Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap mencari kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama. Pacaran tidak hanya berarti hubungan antara lawan jenis, tapi bisa juga sesama jenis atau kita lebih sering mendengarnya dengan sebutan homoseksual (karena sadar atau tidak sadar mereka ada disekitar kita) yang mana laki-laki berkencan dengan sesama laki-laki (gay) dan perempuan berkencan dengan sesama perempuan (lesbian) atau mengencani dua-duanya (biseksual) hanya saja pasangan-pasangan semacam ini belum banyak orang yang bisa menerima, padahal ada.

Saat harus pacaran
Dijaman berkembang saat ini, siapa sih ABG yang belum pernah pacaran? Bisa jadi dalam satu sekolah bisa dihitung dengan jari. Berpacaran tak bisa dibatasi dengan umur, misalkan orangtua si Aninda mengekang Aninda untuk tidak berpacaran dan baru boleh pacaran setelah umur 17tahun. Mungkinkah hal tersebut bisa benar-benar mengikat anak? Dan mungkinkah si anak benar-benar tidak berpacaran sampai usia 17? Jawabannya bisa jadi dua. benar-benar tidak pacaran karna menjaga amanah dari orangtuanya, yang kedua tetap pacaran tapi backstreet atau pacaran diam-diam dan dirahasiakan ke masing-masing orangtua.

Tahab-tahab waspada
         Pacaran gak berani pegang tangan? nggak jaman kali ya. Nah.. ini yang musti mulai diwaspadai. Sering kita mendengar istilah; cinta itu dari mata turun ke hati. Begitu juga pacaran, awalnya pegangan tangan lama-lama bisa pegang selakangan. Ups!!
Ada beberapa tahab yang harus mulai kita waspadai saat berpacaran. Biasa disingkat dengan KNPI. Bukan Komite Nasional Pemuda Indonesia lho ya.. tapi Kissing (ciuman), Necking (merambah ke leher), Petting ( sampailah ke payudara) dan terakhir Intercourse (hubungan kelamin). dalam tahap ini tentunya perempuanlah yang dituntut, sebab di kehendaki ataupun tidak perempuan yang memiliki organ reproduksi yang menjadikannya rentan terhadap kekerasan dan pelecehan.

Pacaran, Haram??
      Menurut islam, tidak ada istilah pacaran. Dalam qur’an dan haditspun tidak pernah dijelaskan istilah pacaran. Seperti dalam film-film islami yang pernah ditayangkan ditelevisi, contoh: ayat-ayat cinta; dalam cerita cinta yang berkembang dalam setiap adegan tidak diceritakan bahwa mereka pacaran dulu baru menikah. Alasan kenapa islam mengharamkan pacaran adalah karena pacaran dianggap dekat dengan zina, jadi kalau ada cerita tentang pacaran yang islami ya.. nggak ada, sebab tidak ada istilah pacaran dalam islam, yang ada hanya ta'aruf (perkenalan). Dari perkenalan inilah kemudian disepakati untuk berlanjut ke jenjang pernikahan. Karna perkembangan zaman, perkenalan masa sekarang tidak lagi diartikan sebagai perkenalan yang singkat, akan tetapi butuh waktu yang panjang untuk benar-benar mengenali pasangannya. Anehnya mengenali pasangan tidak cukup kenal luarnya saja, tapi sampai ke dalam-dalamnya... Ini dia yang akhirnya menjadi masalah kenapa haram semakin ditekankan. 

Bangun Penyadaran
      Pacaran memang tidak dianjurkan dalam islam, tapi tidak semua orang yang hidup di dunia ini adalah orang islam, pun tidak semua orang islam punya prinsip semacam itu. Maka dari itu, mari berbicara sebagai seorang remaja yang mengalami masa perkembangan dan sedang asyik-asyiknya menikmati dunia remajanya, dan remaja semakin di kekang dia akan semakin membangkang. ini tips-tips saat kamu memutuskan untuk berelasi dengan seseorang:
a. Jangan biarkan kamu jadi orang yang tertutup untuk berelasi baik juga dengan orang lain ketika kamu sudah punya pasangan
b. Jangan sampai pasanganmu mendominasi dan mengatur semua tindakanmu
c. Carilah relasi yang mau dan enak diajak berbagi
d. Jangan tunduk meski kadang merunduk (toleran) dan yang terakhir 
e. Saling mengisi dan saling menghargai. 

Semoga kelak mendapat pasangan yang diidamkan. AMIN

Minggu, 14 Oktober 2012

yang Remaja yang Pacaran

             Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. (Sri Rumini & Siti Sundari, 2004: 53). Pada masa inilah remaja cenderung merasa ingin tahu banyak hal, mencoba-coba hal-hal yang baru sebagai pembuktian sebuah eksistensi. Termasuk dalam hal pacaran, disadari atau tidak rata-rata remaja sekarang akan minder ketika dirinya tidak memiliki pasangan (pacar) dan jomblo adalah label untuk remaja yang jadul dan nggak gaul. Uniknya lagi, dimasa ini pacaran tak lagi dimaknai sebagai ’ta’arufan’ atau masa saling mengenali satu sama lain tapi dimaknai sebagai trend. Apalagi ML ’Making Love’ dimasa pacaran sudah menjadi perkara lazim sampai-sampai jika belum pernah melakukan hal tersebut diolok-olok dan dianggap jadul. Tak ayal jika banyak kekerasan yang kemudian terjadi hanya karna alasan pertaruhan harga diri, dan rata-rata yang jadi korban dalam perkara ini adalah perempuan. 
          Disadari atau tidak kekerasan yang terjadi rata-rata di lakukan oleh orang-orang terdekat, diantaranya adalah pacar atau suami. Relasi kuasa yang tidak dikomunikasikan dengan baik menyebabkan kekerasan semakin sering dilakukan. Tak jarang, korban justru merasa kekerasan tersebut sebagai hal yang lumrah karena alasan yang digunakan adalah kekerasan dilakukan sebagai salah satu bentuk hukuman atas ketidak patuhan yang dilakukan. Hal tersebut juga yang terkadang membuat para korban cenderung tertutup dan tidak melaporkan kekerasan yang dialaminya, karena menganggap kekerasan tersebut adalah sah-sah saja.

Selasa, 31 Juli 2012

TELPON SAHABAT ANAK (TESA) 129 BELUM DIKENAL ANAK

       Mungkin jarang orang mendengar nama Telpon Sahabat Anak atau yang sering akrab disebut TESA 129. Telpon Sahabat Anak (TESA) 129 merupakan salah satu layanan masyarakat program dari Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah yang berupaya memberikan fasilitas perlindungan kepada anak. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah cara komunikasi yang efektif dalam menangani kasus yang terjadi pada anak, sebab anak cenderung rentan menjadi korban kekerasan baik secara fisik, psikis maupun seksual. Maka dari itu layanan TESA mencoba untuk memfasilitasi dan membantu para korban anak yang mengalami diskriminasi dalam bentuk apapun 

Komunikasi Selular 
        Seperti namanya, TESA atau Telpon sahabat anak adalah layanan komunikasi selular bebas pulsa yang dapat dihubungi lewat nomor 129, agar dapat digunakan anak baik dalam kondisi mendesak maupun tidak dengan lebih mudah, bagaimanapun juga modernisasi telah mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat. Sehingga diharapkan layanan yang di set dengan media komunikasi selular tersebut dapat efektif menampung keluhan dan aduan dari anak. Karena sampai saat ini media selular dianggap sebagai media yang mudah dipakai oleh siapapun termasuk anak. Kebanyakan anak selama ini merasa kesulitan untuk menyampaikan keluhannya kepada siapa dan bagaimana cara menyelesaikan masalahnya sendiri sehingga pemanfaatan media telponlah yang sampai saat ini dianggap mampu membantu dan menjembatani keluhan anak. 

Minim Sosialisasi 
        Ketika ditimbang dari sisi manfaat yang ditawarkan sangat disayangkan sekali apabila program tersebut tidak tercium oleh masyarakat umum, sebab pada dasarnya program tersebut adalah program pemerintah yang di tujukan kepada masyarakat. Untuk baliho iklan dijalanpun hampir sama sekali tidak ada, padahal metode syiar dengan memasang iklan di sepanjang jalan merupakan salah satu metode tepat dalam mensosialisasikan program. Sosialisasi ke sekolah-sekolah pun bisa dikatakan jarang, padahal sasaran dari program ini adalah anak-anak. Bagaimana mungkin anak bisa menyampaikan keluhan jika mereka sendiri tidak tau adanya fasilitas layanan sahabat anak yang dapat membantu masalah mereka. Entah karena minimnya dana atau karena kurangnya perhatian terhadap program TESA, hal ini patut untuk segera diadakan sosialisasi agar program tersebut tidak muspro dan dapat termanfaatkan secara maksimal. Maka diharapkan dari kelemahan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan pemerintah untuk lebih mengarahkan TESA menjadi pusat layanan masyarakat berbasis layanan selular yang diketahui dan didengar masyarakat agar masyarakat (anak) lebih mudah untuk menyampaikan keluhan. 

Rabu, 25 Juli 2012

Berkaca Hukum Islam Dari Aceh

Judul Buku             : Islam Historis
Pengarang                  : Kamaruzzaman Bustaman Ahmad
Penerbit                      : Galang Press
Tebal Halaman          : 402 Halaman
Tahun Terbit             : Cetakan Pertama, April 2002
Resentator              : Nurul Intani
NIM                            : 63411014

Pembelajaran sejarah kadang memang menjadi hal yang menjenuhkan bagi kita semua. Diakui atau tidak, walapun pembelajaran sejarah telah diganti dengan  berbagai macam metode supaya tidak menjadi pelajaran yang membosankan, namun tetap saja, belajar sejarah tetap sulit untuk cepat diterima di masyarakat kita saat ini. Dengan sistem yang terkadang hanya menghafalkan apa yang terjadi pada jaman dahulu, membuat mereka jadi enggan karena harus menghafalkannya setiap saat dan itulah yang membuat banyak kalangan merasa jenuh belajar sejarah.
Ternyata bila kita kaji secara mendalam, ini terjadi lantaran pembelajran sejarah yang kita alami saat ini belum pada taraf bagaimana kita bisa belajar dari sejarah tersebut. Akibatnya hanya pengetahuan yang monoton dan tanpa perkembangan dalam pola pikir. Mestinya ini juga akan terjadi dalam mempelajari Islam lewat sejarah, bila kita masik terpatok pada pengetahuan sejarah yang harus kita ketahui, tanpa mencari nilai dari sejarah terbut.
Untuk itu, dari buku ini kita akan disuguhi bagaimana memahami Islam dari  nilai sejarahnya. Namun begitu, pada bab XI ini hanya akan melihat sejarah perkembangan hukum di Indonesia yang kemudian akan dikhususnya terhadap hukum Islam di Aceh. Tulisan ini juga didasari pada penulisan tentang awal perkembangan hukum di Indonesia sekarang ini terbilang masih jarang. Hal ini dikarenakan kajian awal hukum di Indonesia dianggap selesai setelah ada pengakuan bahwa hukum Islam yang berada di Indonesia adalah mazdhab Syafi’i, dan dampak dari hal tersebut mengakibatkan telaah perkembangan awal hukum di Indonesia menjadi sangat minim. Dan implikasinya hampir tidak ditemui kajian yang khusus membahas perkembangan awal hukum Islam di Indonesia.
Sebelumnya, mari kita flash back awal kedatangan Islam ke Indonesia, menurut asal kedatangannya, ada beberapa tempat asal kedatangan Islam ke Indonesia. Pertama, asal mula kedatangan Islam adalah langsung dari Arab, teori ini dimunculkan oleh Sir John Crowfort. Asa teori ini karena muslimin ala Melayu berpegang dengan Mazdhab Syafi’i yang lahir dari semenanjung tanah Arab. Teori ini juga didukung oleh Azyumardi Azra yang mengatakan bahwa Islam dibawa langsung dari Arabia. Dia berkesimpulan bahwa dahwa Islam datang dari gugusan pulau-pulau Melayu melalui laut India dan China. Kedua, Islam datang dari India, teori ini dikemukakan oleh C. Snock Hurgronje. Sedangkan yang ketiga, Islam datang dari Bengal, Keempat,Islam datang dari China dan yang kelima, Islam datang dari Mesir. Pendapat ini dikemukakan oleh Keijer, asas teori ini adalah pertimbangan kesamaan kepemmelukan penduduk muslim dikedua Wilayah itu bermazhab Syafi’i.
Dari lima teori di atas mengaitkan kedatangan Islam dengan perkembangan mazhab dalam hukum Islam. Namun dari kelima teori tersebut hanya dua yang diterima oleh para ahli, yaitu Arab dan Juga Mesir. Namun pada intinya Islam datang ke Indonesia melalui jalur maritim dan jalur darat yang dibawa oleh para penyiar Islam daari Timur Tengah. Mereka datang dengan berbagai tujuan, ada yang sengaja merantau, berdagang, mencari pengaruh dalam tarikat tasawuf dan lain sebagainya. Namun demikian, pada akhirnya banyak aliran-aliran hukum Islam atau mazhab yang kemudian berkembang di Indonesia khususnya di Aceh. Di kota ini banyak aliran-aliran yang berkembang, seperti Syi’ah, maxhab Syafi’i dan mazhab Hanafi.
Pengaruh mazhab hanafi terlihat pada Aceh tentang hal dendam turun-temuruun dalam pembunuhan dan perkawinan perawan. Dalam masyarakat masyarakat Aceh, pengaruh hukum Islam dalam peranan adat sangat berkembang di sana. Ini terlihat talah berjalannya hukum Islam, namun dalam menjalankannya msih saja memenuhi hambatan-hambatan sehingga terjadi banyak perselisihan dan akhirnya memunculkan paham-paham baru. Seperti Syi’ah, namun aliran ini tidak bertahan lama di Aceh, yaitu berahir sejak kerajaan Perleuk. Untuk itu, dalam penerapan hukum Islam, aliran ini tidak terlalui berpengaruh.

Peran Wanita Dalam Pembangunan
Akhir-akhir ini diskursus tentang posisi wanita merupakan kajian yang masih hangat untuk diperbincangkan. Terlebih setelah hukum Islam yang berjalan di Aceh diberlakukan karena banyak kalangan yang beranggapan bahwa Wanita dalam Islam merupakan kaum-kaum termarjinalkan. Wanita tidak mampu berbuat banyak ketika masuk dalam dunia laki-laki, seperti berpolitik dan lain sebagainya.
Sebagai seorang wanita, penulis melihat bahwa selama ini kajian gender yang berlangsung di Indonesia hanya sebatas wacana. Artinya pengaplikasinnya sama sekali belum nampak. Untuk itu, saya akan mencoba memaparkan apa yang terdapat dalam buku ini tentang peran wanita khususnya di Aceh dalam pengaruhnya terhadap kerajaan Aceh pada jaman dahulu. Hal ini bertujuan untuk bisa memberikan refleksi bagi kaum wanita di Indonesia supaya nantinya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang telah dilakukan oleh wanita-wanita di Aceh.
Kedudukan wanita di Aceh pada abad ke-17 telah memperlihatkan pada dunia bahwa daerah ini merupakan salah satu kerajaan yang membolehkan wanita untuk memimpin kerajaan. Ini ditandai ada empat wanita yang sempat menjadi seorang pemimpin kerajaan Aceh Dar al Salam, yaitu Sri al SulthonahTajul al Alam Syafi’at, Sri as Sulthonah Nur al Alam Naqiyat, Sri Sulthonah Zaqizzat al Din Syah Johan dan Solthonah Keumalat al Din Johan.
Dalam pengangkatannya juga hampir sama yang terjadi di Indonesia ketika dipimpin oleh seorang presiden wanita. Namun berbeda yang terjadi di Indonesia, pada saat kerajaan Aceh dipimpin oleh seorang wanita, kerajaan ini mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Selain itu, peran wanita juga sangat banyak karena pada saat itu banyak wanita yang menjadi wakil rakyat di sana. Tak berhenti sampai di situ, peran wanita juga tidak hanya duduk sebagai perlemen pemerintah saja, namun ada juga yang bahkan menjadi panglima perang. Dia adalah Laksamana Keumalahayati, dia merupakan wanita pertama yang duduk di tingkat elit angkatan bersenjata. Dia menjadi laksamana kapal laut kerajaan Aceh.
Untuk itu, sejarah di Aceh sudah cukup untuk merenungkan kembali bangsa Indonesia, bahwa wanita tidak akan menjadi penghalang untuk memimpin sebuah negara. Karena semua manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan msing-masing. Ini sekaligus menampik dugaan bahwa wanita sebaiknya cukup berperan di dalam rumah saja. Tetapi bukankah akan lebih baik bila wanita juga mampu berkiprah di luar rumah.
Oleh karena itu, dukungan dari setiap kalangan sangat diperlukan, agar tidak terjadi deskriminasi yang terus berkepanjangan antara wanita dan laki-laki. Selain itu, peran kaum agamawan juga sangat diperlukan dalam mendukung waca tersebut sebagaimana yang terjadi di Aceh beberapa tahun silam.

Perjuangan Bangsa Aceh
            Ada tiga hal yang menjadi pertanyaan tantang sejarah, perjuangan dan bangsa Aceh. Tiga hal tersebut memang membutuhkan waktu yanglama untuk mengkaji atau mendiskusikannya. Sebab, kajian tantang Sejarah Aceh juga telah abnyak ditulis sendiri oleh orang Aceh. Para penulis tersebut seperti Ibrahim Alfian, Lee Kam Hing, C. Snouck Hurgronje dan seterusnya.
Karya-karya di atas tentunya sudah pernah dibaca oleh banyak orang , karena itu untuk menjelaskan sejarah perjuangan Aceh, karya yang penulis kemukakan cukup membantu dalam memahami sejarah perjuangan bangsa Aceh. Untuk itu kesadaran sejarah sangat dibutuhkan dimasa yang akan datang terutama bagi generasi muda.
Dalam konteks diatas Taufik Abdulah menyatakanbahwa sejarah mempunyai arti ganda: Sejarah sebagai pengalaman empiris dan sebagai peristiwa penting yang dilalui; sejarah sebagai bagian dari kesadaran ketika pengalaman itu telah diberi makna. Artinya, dari pengalaman empiris tersebut berbagai pesan dan pelajaran serta kebijaksanaan telah diamnbil. Karena itu, Asvi Warman Adam berkesimpulan tentang fungsi sosial politik dari sejarah tidak sama pada seluruh masyarakat didunia. Ada yang berfungsi untuk mengkonsolidasikan persatuan dan kesatuan bangsa, ada pula yang bertujuan untuk menemukan jati diri suatu bangsa mencari “kebenaran” mengenai masa lampau, serta ada juga yang berperan untuk mencerdaskan warga negara.
Untuk itu Aceh telah membuktikan pada dunia bahwa bangsa Aceh telah  berhasil dalam berbagai bidang terutama dalam bidang keagamaan, politik, ilmu pengetahuan. Hal diatas tidak lepas dari peran agama yang sangat dominan didaerah itu, karena bagaimanapun juga peran agama sangat menentukan dalam berbagai bidang.
Kita dapat mengambil beberapa manfaat dn pelajaran terhadap apa yang telah dipaparkan diatas. Petama perjuangan bangsa Aceh merupakan tugas semua rakyat Aceh, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, sekat perbedaan antara mereka seharusnya mulai dikikis. Dengan cara demikian kajian sejarah diatas dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan perjuangan. Kedua, bentuk perjuangan dengan kesadaran sejarah adalah perjuangan yang menyeluruh. Artinya, perjuangan bangsa Aceh harus dilakukan secara kolektif tanpa adanya penggembosan atau penghianatan. Jika sejarah membuktikan bahwa Aceh mampu mengusir penjajah, mengapa  diera modern mereka tidak mampu berbuat demikian. Dengan kata lain perjuangan bangsa Aceh harus didefinisikan ulang, perjuangan bangsa Aceh untuk golongan, kalangan, atau demi tanah rencong. Jika demi golongan maka sampai kapanpun tidak akan berhasil, namun jika demi tanah pertiwi Aceh, maka InsyaAllah bantuan akan datang seperti perjuangan bangsa Aceh dulu.
Khusus bagi generasi muda adalah bagaimana mempersiapkan Aceh dimasa depan, bukan malah terjebak dalam permasalahan politik yang tidak jelas. Oleh karena itu pendidikan merupakan bagian penting yang tidak bisa ditawar lagi untuk menuju cita-cita tersebut.

Penerapan Syari’ah Islam Di Aceh
            Salah satu upaya penyelesaian konflik di Aceh adalah dengan pemberlakuan sayri’ah islam sebagaimana yang telah dilakukan pemerintah Indonesia. Ini ditandai dengan diimplementasikan dalam UU RI no 44 th 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan profinsi daerah Aceh, yang kemudian di terjemahkan lewat peraturan daerah Istimewa Aceh no 5 th 2000 tentang pelaksanaan syari’ah islam.
            Dalam pelaksanaannya syari’ah islam ternyata tidak menemui jalan mulus sesuai yang diharapkan pemerintah Aceh. Banyak yang menentang tentang pemberlakuan syari’ah islam di Aceh dan harus dikaji ulang. Sebenarnya hal ini merupakan hal yag biasa terjadi dalam pemberlakuan sebuah ide seperti dulu pada masa Rosul. Pada masa Rosul para sahabat berselisih tentang syari’ah islam, dalam hal ini ada dua aliran. Aliran yang pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukum-hukum Tuhan dan menjelaskan makna Al-Qur’an dipegang oleh Ahl Al-bait, sedangkan kelompok yang kedua beranggapan bahwa tidak ada orang tertentu yang ditunjuk oleh Rosul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Illahi.
            Namun setelah lama diberlakukan, akhirnya syariah Islam menjadi berjalan labih baik. Hal ini juga sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah sebelumnya. Yaitu, konflik Aceh menjadi sedikit demi sedikit tertangani. Dari beberapa fakta sejarah di atas dapat kita simpulkan bahwa Islam tidak lagi menjadi Agama yang menakutkan (Islam fobia), melainkan dapat menjadi penyambung kemaslahatan umat. Maka dari itu, memahami Islam dengan pendekatan sejarah merupakan sebuah keharusan. Karena dari sejarahlah Islam membuktikan bahwa agama ini merupakan agama yang lebih baik.
            Selain itu, ada hal yang dapat kita ambil dari apa yang terkandung dalam buku ini, yaitu bagaimana kita bisa merenungkan kembali tentang penerapan hukum Islam di Indonesia. Setelah beberapa tahun silam dan bahkan sampai sekarang masih saja terjadi penolakan terhadap pemberlakuan hukum Islam di Indonesia. Namun setidaknya dari apa yang terjadi di Aceh dan Indonesia sebelumnya yang telah berhasil menerapkan hukum Islam., kita harus mempetimbangkan lagi apakah hukum Islam layak atau tidak diberlakukan di Indonesia.

Kamis, 12 Juli 2012

Jaga Keamanan Pribadimu di Jejaring Sosial

        Internet, media yang satu ini kerap menjadi pembicaraan hangat. Media penghubung yang super canggih ini nampaknya sudah menjadi hal yang tanpa batas lagi, digandrungi dan menjadi trend terkini. Apalagi jejaring sosial (facebook, twitter dll) nampaknya telah menarik semua mata dan hati penggunanya untuk segera ketagihan. Satu hal yang perlu di ingat, meskipun kenikmatan dunia maya tak dapat ditampik alangkah baiknya jika penggunapun waspada dan tidak lantas membagikan seluruh informasi pribadi yang kita miliki. Misal: Orang telah mulai menikmati aktifitas berekspresinya lewat jejaring sosial facebook, saking nikmatnya pengguna bahkan tidak peduli dengan orang baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dan diketahui identitas aslinya. Asal add teman atau bahkan konfirm sembarangan (bisa jadi hal ini menjadi kepuasan tersendiri juga ketika dia memiliki banyak daftar teman walaupun tidak dikenal). Media yang satu ini memang cukup ampuh menjadi sarana untuk narsis dan memperbanyak teman, pun sebagai ajang promosi dan sharing informasi, juga tidak dipungkiri bahwa internet bisa mengusir penat dan memunculkan gurat senyum inspirasi para penggunanya. 

Jaga keamanan pribadimu
Pernahkah facebookmu di hack? relakah semua informasi pribadimu diakses dan diketahui semua orang? barangkali ada beberapa orang yang senang mengekspose informasi pribadinya dan ada juga yang tak nyaman.
Mari menjaga keamanan akun privasi kita, sebab tidak semua orang bisa di percayai dan tidak ada yang pernah tau bahwa semua orang bisa saja melakukan sesuatu dengan informasi pribadi kita.

Hal yang diperlu di ingat untuk menjaga keamanan
1. Pastikan kamu selalu sign out sebelum mematikan internet
2. Ganti password secara berkala
3. Buatlah kata sandi serumit mungkin, misal mencampur huruf besar dan huruf kecil kemudian ditambah dengan angka.
4. Karakter password minimal 10 karakter







Selasa, 19 Juni 2012

Memahami Makna Konseling



Konseling menurut Isti Ilma (Psikolog BP3AKB Provinsi Jawa Tengah) adalah proses terjadinya interaksi antara konselor dan konseli untuk memecahkan masalah dan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam konseling. Yang paling dibutuhkan (kunci untuk melakukan konseling) adalah teknik komunikasi yang baik.
Konseling berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa yunani yang berarti bicara bersama, maknanya: ada tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Kalau di arisan, perkumpulan, komunitas dll itu hubungannya bukan konseling
Dalam konseling ada hal-hal yang berbeda yakni pertemuan antara konselor dan konseli
Ketika datang dan bicara bersama membawa masalah kemudian mencari alternatif bersama dan kemudian mencari solusi
Makna konseling, kita bukan orang yang paham seluruhnya tentang klien. Kita hanya partner dan kita tidak berhak menentukan apa yang harus dilakukan klien. Sistemnya hanya membantu memecahkan masalah.
Ada proses belajar, klien memiliki macam-macam karakteristik sehingga saat konseling terjadi kita mencoba menemukan potensi, karakter dari klien. Visi misi dinas sosial adalah mengembalikan fungsi sosial anak (klien)
4 hal yang penting dari konseling
1.       Konseling sebagai proses
Konseling tidak cukup dilakukan sekali
2.       Sebagai hubungan spesifik
Kalau di LSM dan peksos: pendamping dan korban/klien
Hubungan kedua belah pihak, ada hubungan yang terbangun dari awal pertemuan. Antara psikolog dengan klien,
3.       Konseling adalah membantu klien
Membantu bukan memberi,
4.       Konseling untuk mencapai tujuan hidup
Klien tidak tahu mencapai tujuan itu bagaimana, tidak bisa menemukan tujuan. Akhirnya konselor membantu menemukan tujuan.
5.       Usaha memberikan nasehat
Kadang-kadang konseling itu berisi nasehat, padahal orang kalau diberi nasehat itu capek, dan konseling tidak berarti memberi nasehat
6.       Konseling sama dengan informasi
Selesaikan dulu konselingnya baru ditawarkan klien butuh informasi apa
7.       Menciptakan ketergantungan pada konselor
Jangan menciptakan ketergantungan dengan klien,
8.       Mempengaruhi klien
Konselor tidak boleh mempengaruhi klien, misal mengatakan bahwa hal ini bahaya atau bagaimana
9.       Harus netral nilai
Sering kita tidak netral, pilih-pilih dalam mendampingi klien. Kita butuh stabilitas emosi, siapapun yang datang kita harus mendampingi
10   Sama dengan interview
Sangat berbeda, dalam konseling memakai teknik wawancara, kita menggunakan pendekatan dan mencari tujuan bersama. Konselor hanya membantu untuk memecahkan masalah klien

Persamaan konseling, psikoterapi dan psikososial
Persamaan: menggunakan aplikasi dan prinsip psikologi, menekankan pada kebutuhan klien, memberikan dorongan/motivasi,
Perbedaan:          
Konseling: situasional lebih ke kondisi korban, saat ini dan akan datang, jangka pendek, wilayah pencegahan, orang yang normal, peksos dan konselor kemudian baru ke psikolog,
Psikoterapi: masalah emosional, masa lalu, jangka panjang, penyembuhan, orang yang patologis, medis (perawat atau dokter umum) paramedis,
Psikososial: masalah sosial (gempa, lapindo), saat ini, jangka panjang, pemulihan, orang normal akibat tekanan, peksos/volunteer,

 Asumsi dasar konseling
1.       Klien tidak dianggap sakit mental
2.       Bertumpu pada masa kini
Lihat masalahnya sekarang, jangan terlalu berfokus pada masa lalu atau masalah-masalah lain diluar masalah yang akan di konselingkan.
3.       Klien bukalah pasien
Pasien adalah orang yang sakit, kalau klien orang yang normal
4.       Konselor secara moral tidak netral
Bagaimana kita mengelola emosi kita, secara moral kadang kita pilih-pilih
5.       Fokus pada perubahan perilaku dengan kesadaran
Bagian dari modifikasi dalam konseling, kita dapat menggali potensi yang dimiliki sampai kemudian klien menemukan potensi dan solusi yang terbaik untuk dirinya




Sumber: Diskusi dalam Pelatihan Pendamping Korban Kekerasan oleh BP3AKB Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 20 Juni 2012

Minggu, 17 Juni 2012

Belajar Mengenal Hak Anak

        Tahukah kamu apa yang disebut dengan anak? Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak atau disingkat UUPA no 23 tahun 2002 Anak adalah: Seseorang yang berusia kurang dari 18 tahun termasuk ketika ia masih berada di dalam kandungan. dan selama rentang waktu 18 tahun tersebut anak tetap disebut anak dan menjadi tanggungjawab orangtuanya walaupun ia terlibat kriminal sekalipun lalu bagaimana jika dia sudah menikah, padahal usianya masih tergolong anak? tentu saja ia tetap disebut sebagai anak karna secara psikologis dan pemikiran ia tetap belum bisa di pertanggungjawabkan.
Ada 4 hak anak yang harus dipenuhi diantaranya adalah:

1. Hak Hidup
2.Tumbuh Kembang
3. Perlindungan
4. Partisipasi

Siapa saja yang harus memberikan hak-hak anak?
1. Orangtua
2. Keluarga
3. Masyarakat --- Organisasi, Non Organisasi
4. Pemerintah/Negara

Prinsip-prinsip Hak Anak
1. Non Diskriminasi
2. Kepentingan terbaik untuk anak



Sumber: Diskusi dalam Pelatihan Pendamping Korban Kekerasan oleh BP3AKB Proviinsi Jawa Tengah pada hari Selasa, 19 Juni 2012

Minggu, 01 April 2012

Bedah Buku “Jangan Lepas Jilbabku; Catatan Harian Seorang Waria” dan Diskusi Lintas Iman

     Perbedaan terkadang selalu menjadi jempatan pemisah untuk menjalin sebuah komunikasi yang seimbang, termasuk ketika kita membincang masalah sexualitas dan iman. Selasa, 8 Juni 2010 Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) bekerjasama dengan Lembaga Advokasi PMII Komisariat Walisongo Semarang dan Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo menggelar acara bertajuk kerukunan umat beragama yang menyoal masalah LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender/Transexual, Intersex dan Queer) yang mana isu ini selalu dianggap tabu dan menyimpang dengan aturan tuhan. Lagi-lagi agama yang seolah menjadi tameng utama untuk mendeskriminasikan kelompok-kelompok tersebut, menciptakan jarak dan pemisah. Padahal Tuhan selalu mengajari kita tentang cinta kasih kepada sesama manusia tanpa memandang status social atau bahkan orientasi sexual.
    Acara yang digelar di Auditorium kampus 1 IAIN Walisongo Semarang dan dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai elemen dan aktifis jaringan social ini seolah membuka mata kita untuk menghargai dan mengasihi mereka yang selama ini terpinggirkan dari masyarakat. Bedah buku yang mengangkat tema “Perihal Jilbab: Disaat identitas mulai terungkap” menjadi sebuah  pertanyaan besar yang kadang hanya berakhir dengan cibiran dan umpatan, padahal ketika kita kaji ulang tentang perihal jilbab yang selama ini menjadi “symbol” seorang muslimah (dalam Islam) yang taat, seolah akan tampak buruk dan tidak layak jika ternyata dikenakan oleh mereka yang dianggap menyimpang dari Tuhan. Dan mereka yang dianggap menyimpang tidak diperkenankan menggenakan atribut tersebut karena dianggap mengotori. Padahal mengenakan jilbab bukan jaminan yang jelas untuk menjudge sebuah arti kesucian diri, dan yang berhak untuk itu tidak hanya mereka yang menyebut dirinya “normal”.
     Tidak cukup dengan pengalaman seorang Shuniyya (Waria; Penulis buku) yang mengalami berbagai gugatan dari masyarakat karena dia mengenakan jilbab. Dari acara ini kita juga mulai mengupas tuntas tentang respon iman terhadap keberagaman sexualitas, dimana selama ini kita hanya tau pola hubungan laki-laki dengan perempuan saja. Padahal disekitar kita, ada banyak hal yang berbeda yang tak pernah terjamah. Dari diskusi yang melibatkan berbagai pemuda lintas iman ini kita mencoba mendiskusikan hal-hal yang menjadi senjata orang-orang tekstualis yang menjudge mereka berdosa dan dikutuk Tuhan. 

Rabu, 07 Maret 2012

Daftar Hari-Hari Besar Nasional

JANUARI
FEBRUARI
1 Januari: Tahun baru Masehi
1 Januari: Hari Perdamaian Dunia
5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut
15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudera
25 Januari: Hari Gizi dan Makanan
25 Januari: Hari Kusta Internasional
5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari: Hari Kavaleri
9 Februari: Hari Pers Nasional
14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
20 Februari: Hari Pekerja Nasional[rujukan?]
22 Februari: Hari Istiqlal
28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia

MARET
APRIL
1 Maret : Hari Kehakiman Nasional
1 Maret : Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
6 Maret : Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
8 Maret : Hari Wanita/Perempuan Internasional
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)
11 Maret : Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
21 Maret : Hari Sindrom Down[rujukan?]
22 Maret : Hari air sedunia[rujukan?]
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)
29 Maret : Hari Filateli Indonesia
30 Maret : Hari Film Nasional

1 April : Hari Bank Dunia
6 April : Hari Nelayan Nasional
7 April : Hari Kesehatan Internasional
9 April : Hari Penerbangan Nasional
9 April : Hari TNI Angkatan Udara
15 April : Hari Zeni (?)
16 April : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
23 April : Hari Buku
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

MEI
JUNI
1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei : Hari Buruh Sedunia
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
3 Mei : Hari Surya
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
8 Mei : Hari lahir Henry Dunant - bapak Palang Merah Sedunia
11 Mei : Hari POM - TNI (?)
15 Mei : Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta)
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas (sejak tahun 1908)
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Anti Tembakau Internasional

1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
15 Juni: Hari Demam berdarah Dengue ASEAN[1]
17 Juni : Hari Dermaga
29 Juni : Hari Skateboad Sedunia
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1507)
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional
29 Juni : Hari Keluarga

JULI
AGUSTUS
1 Juli : Hari Bhayangkara
1 Juli : Hari Anak-Anak Indonesia
1 Juli : Hari Buah
5 Juli : Hari Bank Indonesia
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
15 Juli : Hari PT. Askes (Persero)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
31 Juli : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati

5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
12 Agustus : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka
17 Agustus : Proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional

SEPTEMBER
OKTOBER
1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
8 September : Hari Aksara
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
24 September : Hari Tani
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
2 Oktober : Hari Batik
2 Oktober : Susu Nasional
3 Oktober : Hari Arsitektur Dunia-World Architecture Day UIA
5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
8 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional
9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
24 Oktober : Hari Dokter Nasional
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
27 Oktober : Hari Blogger Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
30 Oktober : Hari Keuangan

NOVEMBER
DESEMBER
3 November : Hari Kerohanian
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru

1 Desember : Hari AIDS Sedunia
4 Desember : Hari Artileri
3 Desember : Hari Cacat
9 Desember : Hari Armada
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Kesatuan Nasional
15 Desember : Hari Infanteri[rujukan?]
19 Desember : Hari Bela Negara
22 Desember : Hari Ibu
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)







Source: Wikipedia.org