Banyak mimpi yang terbengkalai, karna hanya mampir dan ikutan nimbrung beberapa waktu di kepala. Entah berapa juta imaginasi yang terpaksa menguap tanpa arti, hilang dan berlalu begitu saja. Kali ini baru ku sadari, bahwa yakinpun butuh tindakan. Bukan sekedar menunggu sampai kemudian takdir memutuskan, sebab keputusan tersebut tidak selalu membuat terang. dan yakin saja tidak cukup...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 November 2012
Yakin saja tidak cukup
Keyakinan adalah bekal untuk mendapatkan sesuatu, ketika mimpi tidak hanya sekedar mampir diangan-angan tentu saja keyakinan yang akan membantu mendorong keterwujudan. Namun, yakin saja tak cukup memberikan arti jika tidak diimbangi dengan action.. teruslah bermimpi dan perlahan mari wujudkan mimpi itu.
Minggu, 16 September 2012
PERBEDAAN, CIPTAAN TUHAN?
Sering saya berfikir, kenapa tuhan
menciptakan perbedaan? Ada laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, kaya dan
miskin, cantik dan jelek, bodoh dan pintar, juga kawan-kawannya yang lain.
Seolah-olah hanya orang-orang yang beruntung “yang katanya disayang tuhan” lah
yang selalu merasakan bagaimana berada
pada posisi yang unggul. Apa iya? Hal ini juga yang kadang membuat saya
semakin lama memutar otak, apa tujuan tuhan membuat perbedaan? Kalau itu justu
membuat orang jadi merasa “Tuhan tak adil” membeda-bedakan manusia yang Dia
ciptakan sendiri. Mengkotak-kotakkan manusia menjadi golongan-golongan yang tak
seimbang, betapa tidak beruntungnya orang yang miskin, jelek dan tak pernah
merasakan indahnya dunia kemudian masuk neraka karna semasa hidupnya berbuat
jahat demi mendapat sesuap nasi untuk menyambung hidup. Hanya bisa menghela
nafas, dan berkata “betapa tidak beruntungnya mereka yang tak dapat kesempatan
merasakan nikmatnya susu dan roti setiap hari”. Bekerja keras dengan hasil yang
tak seimbang, “pernah lihat atau merasakan fenomena_kerja didalam ruangan
ber-AC lebih banyak gajinya daripada kerja diluar ruangan yang bisa jadi
mengeluarkan lebih banyak keringat dan tenaga?”. Mengingatkan saya kepada
seseorang yang terus saja memaksa untuk memecahkan teka-teki hidup “kenapa saya
miskin? karna saya bodoh, dan kenapa saya bodoh? karna saya miskin” menjadi
sebuah lingkaran yang terus saja berputar, dan tidak tau kapan selesai.
Sepertinya orang bodoh memang ditakdirkan miskin, begitu juga sebaliknya.
Apapun yang terjadi semuanya takdir
tuhan, hanya manusia sendiri yang bisa merubahnya. Bagaimana kalau manusia
sudah berusaha merubah tapi tak juga mengalihkan arus hidup yang membelit?
Takdirkah? Atau tuhan memang pilih kasih dalam menciptakan manusia?
Entahlah!!
Kamis, 12 Juli 2012
Ada apa dengan pantai di semarang
Sudah dua pantai yang saya datangi di pulau dewata ini, pantai berawa dan pantai kuta. Dua pantai yang tetap bersih dan terawat walaupun tidak ada tiket masuk yang dibebankan untuk biaya perawatan, pun tak perlu tulisan besar yang harus selalu memperingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian hal ini membuat saya berfikir, apa yang diterapkan sehingga masyarakat memiliki kesadaran yang teramat kuat untuk menjaga dan merawat alamnya? benar-benar berbanding terbalik ketika membandingkannya dengan pantai yang biasa saya kunjungi di semarang, yakni pantai maron dan marina. Dua pantai yang jelas di kelola bahkan untuk menikmati deburan ombaknya pengunjung harus merogoh kocek walau tak seberapa, setidaknya itu bukti bahwa ada dana yang memang dikumpulkan secara khusus untuk merawat pantai tersebut. Walhasil, bukannya semakin terawat tapi malah semakin banyak bangunan yang dibentuk dan menghilangkan kesan pantai yang alami. Musthofiyah, salah satu imigran mengatakan 'rata-rata pantai di bali tidak memungut biaya tiket untuk masuk' 'dan tidak perlu tukang parkir untuk mengamankan kendaraan yang diparkir saat menikmati indahnya pantai, karna disini aman' imbuhnya.
Kesadaran
Satu hal yang sangat mudah diucapkan namun sangat sulit dipraktekkan, walaupun mungkin kesadaran untuk menjaga lingkungan dan alam agar tetap indah sudah lama dimengerti dan dipahami. Namun apa yang terjadi, sampah masih berserakan dimana-mana, pengabaian dan pemakluman masih tetap diberlakukan. Meskipun peringatan besar terpampang sangat jelas, ternyata tak menjadi alarm yang tegas untuk memberantas. Alangkah ruginya kita jika membiarkan alam yang sebenarnya indah kemudian rusak karna ulah manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Mari memulai menjaga alam kita, berawal dari diri sendiri :)
Minggu, 17 Juni 2012
Ungkapan Verbal itu Berat
Sejenak saya jadi ingat tentang pertanyaan seseorang pada saya, pernahkah orangtua kamu bilang sayang sama kamu. dan saya hanya bilang tidak sambil tersipu malu. saya baru menyadari bahwa mengungkapkan secara verbal itu lebih sulit daripada mengungkapkan secara sikap. dan sadarkah kamu, dalam hubungan yang lebih sering kita temui (pacaran misalnya_mengungkapkan rasa sama dengan memulai komitmen untuk menjalin hubungan bersama sangatlah berat) itulah kadang yang menjadi alasan kenapa orang kesulitan mengungkapkan perasaannya, mungkin menunjukkannya mudah, tapi untuk mengatakan tentunya sangatlah berat. Pertimbangan yang dipikirkan tentunya, apakah gayung bersambut? karna sikap yang ditunjukkan tidak selalu berarti sama dengan apa yang dirasakan. Maka lagi-lagi itu akan jadi pertimbangan yang sangat berat, jangan-jangan kita yang kePeDean karna sudah sangat berharap si doi membalas apa yang kita rasakan.
Nah lhoo... coba deh dipikir kembali, tidak mengutarakan apa yang kita rasakan sebenarnya akan lebih menyisakan beban yang lebih berat. Kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan orang lain terhadap kita, maka apapun hasil jawaban yang diungkapkan kepada kita setidaknya kita telah lega karna mengungkap apa yang jadi ganjalan dipikiran. Akan lebih menyesal ketika kamu terlambat menyadari bahwa keterbukaanmu sebenarnya juga sedang dinanti-nanti, namun karna terlalu lama maka doi menganggap bahwa barangkali hanya sesaat dan akhirnya memilih orang lain yang mengutarakan apa yang dirasa terlebih dahulu. Hal ini tidak hanya berlaku untuk yang pingin mengutarakan cinta lho ya.. tapi juga yang punya uneg-uneg dengan teman misalnya. Siapa tahu hal serupa juga dirasa, jangan sia-siakan kesempatan itu berlalu begitu saja, dan jangan biarkan hubunganmu menggantung. Atau kalau kamu tipikal orang yang ragu dan takut untuk mengungkapkan secara verbal karna pertimbangan tidak pintar merangkai kata. barangkali menulis surat lebih efektif untuk menyampaikan unek-unek yang makin menggunung. Kecuali kalau kamu tetap ingin membiarkannya menjadi bom waktu yang makin lama akan meledak tanpa kontrol. Mari belajar terbuka, apapun hasilnya. Sebab jujur itu lebih baik walaupun terkadang hasilnya menyakitkan...
Bahagia itu pilihan
Tuhan tidak tidur... Ia selalu mendengar apa yang kamu keluhkan, dan yakinlah Ia tak menguji makhluknya diluar batas kemampuan. Mungkin kali ini Ia benar-benar menguji kesabaranmu, mencoba menggali seberapa kuat kamu dalam menghadapi setiap alur yang sedang Ia buat, mengajarimu mengerti, mengajarimu memahami. Bahwa kelak ada bahagia dibalik sakit yang saat ini dirasa, bahwa akan ada tawa dibalik kesedihan dan tangisan, ada hal yang manis setelah kamu bisa melewati pahit dan getir. Jangan berprasangka, dan jangan penuh praduga buruk. Ujian tidak selalu berarti sebagai hukuman, mungkin saja itu cara yang tepat untuk lebih dekat, cara yang pas untuk belajar ikhlas...
Mari berteriak jika itu bisa menghilangkan sesak, dan pastikan untuk tetap bangkit walau sakit, bahagia adalah pilihan bukan takdir, biarkan matamu kembali menatap dan mencari cara untuk mengembalikan setiap pandangan yang kabur, meski perlahan.. dan ambillah kesempatan untuk bahagia. Kesedihan akan berlalu, kepahitan akan melebur. selalu ada kesempatan, selalu ada jalan, selalu ada peluang baru. Yakin, Pasti bisa melewati !!!
Senin, 28 Mei 2012
Teka-teki
Teka-teki,
nampaknya itu kata yang tepat untuk mewakili perjalanan hidup seseorang. Tidak
ada yang tahu apa alur kehidupan di masa yang akan datang, tidak ada yang tau
apa hasil dari berjalannya waktu. Tidak bisa di tebak, tidak bisa di terka dan
tidak bisa asal-asalan di kategorikan. Jodoh, rizki dan mati tidak ada yang
tahu kapan datangnya, bisa jadi pagi ini, siang ini, malam ini, besok atau
seterusnya. Berdo’a saja semoga
Tuhan tak keliru memberikan
Belajar dan
mencoba menyadari bahwa tak semua yang diinginkan bisa terwujud, namun jangan
pernah lupa untuk tetap berusaha kalaupun tidak setidaknya telah ada usaha yang
dilakukan, jangan lupa juga untuk berdo’a. karna do’a adalah keinginan yang
tersirat di dalam hati, mewakili tindakan yang kemudian memotivasi untuk
mewujudkan. Selalu ada teka-teki baru, pertanyaan-pertanyaan baru yang harus
dijawab seputar kehidupan. Aku bukan orang yang dilahirkan untuk menderita,
begitu juga kamu. Setiap orang punya kesempatan yang sama, kesempatan untuk bangkit dan menatap dunia yang ada di depannya.
Teka-teki, mencari jawaban diantara soal-soal yang tak ada pilihan gandanya. Hanya ada satu pilihan di dalam kotak, jika tepat maka terpenuhilah kekosongan namun tak ada yang menjamin jawabanmu tepat. Begitu juga hidup seseorang, mengalir seperti air dan hanya orang-orang yang cerdas yang mampu menjadikan air lebih punya arti ketimbang hanya mengalir dan berlalu. Maka, hanya aku dan kamu yang tahu apakah kita termasuk orang yang cerdas yang mampu membuat kehidupan lebih punya arti dan berarti.
Teka-teki, mencari jawaban diantara soal-soal yang tak ada pilihan gandanya. Hanya ada satu pilihan di dalam kotak, jika tepat maka terpenuhilah kekosongan namun tak ada yang menjamin jawabanmu tepat. Begitu juga hidup seseorang, mengalir seperti air dan hanya orang-orang yang cerdas yang mampu menjadikan air lebih punya arti ketimbang hanya mengalir dan berlalu. Maka, hanya aku dan kamu yang tahu apakah kita termasuk orang yang cerdas yang mampu membuat kehidupan lebih punya arti dan berarti.
Selasa, 15 Mei 2012
Ayo bangkit, jangan menyerah!
Lihatlah dunia, ia masih lantang
menantang hari. Tak ingin terlihat rapuh, kusut ataupun keriput. Masih ada
banyak senyum yang belum dibagi, masih banyak peluk yang inginkanmu mendekap.
Mengusap kesedihan, mencipta senyuman membuat sejarah-sejarah baru, membuat
cerita baru yang segarkan tanaman yang mulai layu.
Sadarilah, bahwa tidak semua harapan
itu bisa terwujud.. meskipun harapan itu selalu bisa untuk diperjuangkan dan diwujudkan.
Kalaupun terpaksa tidak, percayalah.. selalu ada kesempatan, kesempatan untuk
menata diri, kesempatan untuk memulai harapan baru, mimpi-mimpi baru yang lebih
indah, yang lebih terarah. Setidaknya kita tak pernah menyandang status pengecut karna kalah sebelum berperang
Jika menangis membuatmu lega,
menangislah tapi jangan lama-lama ya.. :D karna ada banyak hal yang menunggu,
carilah hal yang tidak membuatmu terus-terusan sesak, carilah hal yang
membuatmu mulai bisa mengerti bahwa hidupmu berarti. Bahwa hidupmu akan sia-sia
jika tak henti-henti meratapi kenyataan hidup yang masih bisa dirubah. Masih
ada hari esok (sepertinya besok belum kiamad kok) hari yang harus selalu diukir
dengan semangat, biarkan kenangan-kenangan indah terus mengiringi, kenangan
yang buruk buang saja ke laut. Semua orang berhak memilih dan punya pilihan,
jika kamu memilih untuk berhenti_maka itu pilihan paling bodoh yang pernah kamu
ambil, menyerah pada keadaan? (Oww… no Thanks!) jangan biarkan sesal
menggantungmu seumur hidup, menyesal karna tak melakukan apa-apa padahal bisa.
Jangan biarkan hari esok tahu bahwa
kamu pernah membuat kesalahan terbesar dalam hidupmu, jangan merasa ingin
melupakan masa lalu karna itu bagian dari masa depan. Dan berusaha melupakan
sama dengan terus mengingat. Masa lalu adalah guru terbaik, guru yang mengajari
untuk bangkit saat terjatuh, yang mengajari kuat saat merasa rapuh. Biarkan
berkembang, mencari jalan dan menunjukkan arah untuk masa depan yang lebih
baik. Percayalah, Tuhan tak pernah menguji makhluknya diluar kemampuannya. Aku,
kamu, kita semua bisa!!
Senin, 07 Mei 2012
Untuk pemudaku
Pulanglah ke kampung halaman dimana kamu dilahirkan dan dibesarkan. Karena sesungguhnya kamu menjadi orang yang berarti saat kamu mau mengabdikan dan membaktikan hidupmu pada tanah dimana kamu terlahir.
teringat pada perkatakan salah seorang motivator yang teramat dahsyat menurutku, ia katakan bahwa pekerjaan paling mulia adalah menjadi seorang guru, guru yang mengajarkan ketidaktahuan, guru yang dengan rela hati membagikan ilmunya, guru yang senang hati mengajari tentang banyak hal. tentang caranya membaca, tentang indahnya mengasihi, tentang indahnya berbagi. lalu kapan pilihan itu akan jatuh tetap di depan mata? baiklah... kampung halamanku, tunggulah waktu dimana aku bisa berbakti dan berbagi apa yang telah aku dapatkan diluar sana, jadilah penyemangat diantara daun-daun yang beterbangan diantara tumpukan kertas yang terserak :). suatu saat kalian akan mengerti bahwa kalianpun tak perlu ikuti angin untuk mendapatkan hidup yang 'semestinya'. mari berbagi semangat untuk membangun lingkunganmu, pemudamu, kampungmu dan negaramu, bersama kita bisa!!
Jumat, 17 Februari 2012
Manusia seperti apakah kamu? Fixed Mindset or Growth Mindset
Diskusi kali ini tak banyak membahas sesuatu yang teoritis dan memaksa otak menjejali perkara-perkara yang kadang jauh dari hal yang dirasakan. pun manusia butuh sedikit waktu untuk mencari tahu siapa dirinya, dan termasuk model seperti apakah saya, kamu, kalian, mereka. mari memulainya dengan sedikit cerita: ada dua orang anak kembar, yang satu bernama tutik dan yang satu bernama tatik. Edisi Tutik; Wahai suamiku, kini aku telah menjadi milikmu dan engkaupun telah menjadi milikku. Maka aku akan menjaga cinta kita sampai maut memisahkan kita, aku akan melayanimu dengan setulus hati. tapi suamiku, aku tidak bisa memasak, sejak kecil aku tidak pernah diajari memasak, dan orangtuaku tidak pernah memintaku untuk belajar memasak.. tapi jangan kuwatir wahai suamiku, aku akan berusaha untuk tetap membuatmu bahagia, dan aku berjanji aku selalu siap menemanimu untuk mendapatkan makanan yang enak kesukaanmu di warung manapun :)
Edisi Tatik; Wahai suamiku, kini aku telah menjadi milikmu dan engkaupun telah menjadi milikku. Maka aku akan menjaga cinta kita sampai maut memisahkan kita, aku akan melayanimu dengan setulus hati. tapi suamiku, aku tidak bisa memasak, sejak kecil aku tidak pernah diajari memasak, dan orangtuaku tidak pernah memintaku untuk belajar memasak. Tapi jangan khawatir wahai suamiku, demi suamiku aku siap untuk belajar memasak, aku rela diajari memasak dengan trik apapun.
Nah.. dari cerita diatas, kemudian dijelaskan bahwa terdapat dua model manusia:
1. Fixed Mindset (Tutik); dalam contoh lain -Aku sudah belajar semalaman, berjuang untuk bisa mengerjakan soal-soal ujian. aku mengerjakan soal dengan jujur orang lain mencontek dapat A. hidup memang tidak adil, dan aku selalu saja dapat sial.
2. Growth Mindset (Tatik); dalam contoh lain -Ternyata aku harus belajar lebih giat lagi, jawaban yang aku kira sudah benar ternyata kurang tepat. mungkin aku harus lebih teliti lagi dalam membaca soal, agar aku tidak terburu-buru menyimpulkan jawaban yang tepat.
Di Columbia University, ada brain-wave lab (Kika Safi'i), dicobakan pada mahasiswa. Ketika mahasiwa diberi tahu jawaban ujian mereka salah, ternyata mahasiswa dengan Fixed Mindset tidak berniat mencari jawaban yang benar atau apa kesalahan yang telah dilakukannya yang harus diperbaiki. Pemilik Growth Mindset justru sangat antusias tahu apa yang bisa diperbaiki untuk lain kali.
Orang-orang dengan Fixed Mindset terpaku pada status: Juara, terbaik, tercakep dll. Kekalahan adalah neraka dan segalanya yang terpaku pada “status”. Melihat kesuksesan sebagai hitam putih. Juara atau orang yang tak berguna. Terbaik atau tidak sama sekali. Sebaliknya orang-orang dengan Growth Mindset, lebih mementingkan upaya dan keyakinan akan bisa lain kali kalau kita mau memperbaiki diri. Mengakui kegagalan, merangkul kesedihan, dan mau memperbaiki diri dan tidak merasa malu. Angka bukanlah segalanya, yang terpenting kita menjadi manusia lebih mampu dengan mempelajari kehidupan.
Orang-orang dengan Fixed Mindset terpaku pada status: Juara, terbaik, tercakep dll. Kekalahan adalah neraka dan segalanya yang terpaku pada “status”. Melihat kesuksesan sebagai hitam putih. Juara atau orang yang tak berguna. Terbaik atau tidak sama sekali. Sebaliknya orang-orang dengan Growth Mindset, lebih mementingkan upaya dan keyakinan akan bisa lain kali kalau kita mau memperbaiki diri. Mengakui kegagalan, merangkul kesedihan, dan mau memperbaiki diri dan tidak merasa malu. Angka bukanlah segalanya, yang terpenting kita menjadi manusia lebih mampu dengan mempelajari kehidupan.
Ciri-ciri Fixed Mindset:
a) Orang-orang fixed mindset itu Reaktif
mereka senang mencari-cari alasan ketika mendapatkan masalah, cenderung penakut untuk melawan sistem yang kadang-kadang tidak sesuai dengan hati nurani. Misal: Mahasiswa memilih diam untuk tidak melawan aturan birokrasi yang memaksa untuk memberikan jam malam untuk aktivis. alasannya cari aman saja, daripada cari gara-gara dengan birokrasi-nanti ngefek di nilai.
b) Focuss in Activity
proses merupakan bagian dari perjalanan dalam meraih kesuksesan, tapi ketika manusia hanya larut dan fokus pada proses saja sama saja dengan berperang merasakan lapar tapi tidak pernah tahu mana tujuan akhir untuk mendapatkan sesuap nasi untuk mengisi perut. proses memang penting, tapi yang lebiih penting adalah proses yang dilakoni menuai hasil yang maksimal.
proses merupakan bagian dari perjalanan dalam meraih kesuksesan, tapi ketika manusia hanya larut dan fokus pada proses saja sama saja dengan berperang merasakan lapar tapi tidak pernah tahu mana tujuan akhir untuk mendapatkan sesuap nasi untuk mengisi perut. proses memang penting, tapi yang lebiih penting adalah proses yang dilakoni menuai hasil yang maksimal.
c) Distress
Stres dibelakang, ada sebagian orang yang mengalami distress yang dapat secara langsung diamati. orang tipe ini cenderung grusa-grusu. karena mereka memilih untuk bersantai-santai dulu dan bersibuk-sibuk kala mepet.
Ciri-ciri Growth Mindset
a) Proaktif
Orang-orang growth mindset cenderung proaktif dalam menyelesaikan masalah, mereka fokus untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami daripada lari dari masalah, atau berpura-pura tidak tahu ddan lepas tangan.
Orang-orang growth mindset cenderung proaktif dalam menyelesaikan masalah, mereka fokus untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami daripada lari dari masalah, atau berpura-pura tidak tahu ddan lepas tangan.
b) Focus in Result
Fokus pada hasil, hasil adalah inti dari proses.. orang growth mindset akan memaksimalkan proses yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. mereka akan sangat berhati-hati dengan proses yang ditempuh.
Fokus pada hasil, hasil adalah inti dari proses.. orang growth mindset akan memaksimalkan proses yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. mereka akan sangat berhati-hati dengan proses yang ditempuh.
c) Eustress
Orang growth mindset lebih memilih untuk stress didepan ketimbang dibelakang, contoh: orang growth mindset akan memilih untuk mengerjakan tugas-tugasnya sesegera mungkin. sehingga stress yang mereka alami lebih ringan, karena orang-orang growth mindset lebih senang mencicil pekerjaannya selagi masih terasa ringan daripada bekerja mendadak dan dikejar-kejar waktu.
Cara membangun Mindset
1. Pendidikan
jelas sekali bahwa pendidikan punya pengaruh yang sangat besar dalam mempengaruhi mindset seseorang, bahkan sudah banyak dibuktikan bahwa orang yang berpendidikan tinggi lebih bisa mengontrol sesuatu yang akan dia lakukan. tentu saja pendidikan menjadi salah satu modal pengetahuan yang dapat menuntun seseorang untuk berfikir panjang dan lebih terdidik dan bijak
jelas sekali bahwa pendidikan punya pengaruh yang sangat besar dalam mempengaruhi mindset seseorang, bahkan sudah banyak dibuktikan bahwa orang yang berpendidikan tinggi lebih bisa mengontrol sesuatu yang akan dia lakukan. tentu saja pendidikan menjadi salah satu modal pengetahuan yang dapat menuntun seseorang untuk berfikir panjang dan lebih terdidik dan bijak
2. Pergaulan
dengan siapa kita berteman merupakan hal yang sangat mendominasi perkembangan pola pikir kita. misalkan dkat dengan orang rajin otomatis akan membuat kita terdorong untuk ikut rajin, begitu juga sebaliknya. 'dekat dengan tukang parfum akan ikut wangi juga'
dengan siapa kita berteman merupakan hal yang sangat mendominasi perkembangan pola pikir kita. misalkan dkat dengan orang rajin otomatis akan membuat kita terdorong untuk ikut rajin, begitu juga sebaliknya. 'dekat dengan tukang parfum akan ikut wangi juga'
3. Media
Televisi, internet saat ini seolah menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi para penggunanya. slain tak ada filterisasi dan kontrol dari pihak pertelevisian dan dunia maya. otomatis segala hal diseluruh dunia sangat mudah diakses oleh semua orang. dan sadar ataupun tidak, media menjadi salah satu pemicu pola piikir seseorang untuk mengikuti alur apa yang mereka lihat, baca, dan dengarkan lewat media.
Jadi, termasuk dalam model manusia manakah kamu?
Jadi, termasuk dalam model manusia manakah kamu?
Semarang, 17 Februari 2012
didapat saat kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan bagi Pemuda Jawa Tengah tahun 2012 dalam materi Pemuda Unggul dan berintegritas sebagai pilar utama ketahanan bangsa tanggal 15 Februari 2012,
Selasa, 04 Oktober 2011
AGAMA TUHAN, AGAMA PERDAMAIAN
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan hasil alam, budaya dengan berbagai macam perbedaan termasuk dalam hal keyakinan. Seperti selogannya ‘Bhineka Tunggal Ika’ walaupun berbeda-beda suku, budaya, RAS dan agama namun tetap satu jua, yakni Indonesia. Negara tidak pernah memaksa warga negaranya untuk meyakini salah satu agama tertentu, Negara memberi kebebasan penuh kepada warganya untuk memilih agama manapun yang mereka anggap benar dan sesuai dengan kerangka pikir masing-masing orang. Hal ini jelas di terangkan dalam Undang-undang dasar (UUD) 1945 bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan berkepercayaan (Pasal 28E jo Pasal 29 ayat 1). Bahkan, dalam Pasal 28I UUD 1945 dinyatakan bahwa kebebasan beragama tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Sehingga tak ada seorangpun yang berhak menghakimi agama ataupun golongan agama apapun yang mereka anggap agama itu “menyesatkan” dengan cara yang sedemikian rupa (membunuh, mengancam dan membuat hukum sendiri). Ketentuan itu masih diperkuat lagi dalam Pasal 22 UU No 39/1999 tentang HAM. Setiap orang mempunyai kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri. Setiap orang memiliki kebebasan, apakah secara individu atau di dalam masyarakat, secara publik atau pribadi untuk memanifestasikan agama atau keyakinan di dalam pengajaran dan peribadatannya. Dan negara berkewajiban menghormati dan menjamin kebebasan beragama atau berkepercayaan semua individu di dalam wilayah kekuasaannya tanpa membedakan suku, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, dan keyakinan, politik atau pendapat, penduduk asli atau pendatang, serta asal usulnya. Dalam konsep HAM, hak kebebasan beragama masuk ke ranah hak sipil dan hak politik. Sehingga dapat disimpulkan, Negara saja membebaskan siapapun untuk memilih agama yang dianggap benar, lalu apa hak kita sebagai sesama warga yang juga memiliki keyakinan yang beum tentu di yakini semua orang untuk menghakimi dan menjudge ‘agamaku adalah agama yang paling benar’ dan ‘agamamu adalah agama yang sesat karena mendustakan tuhan’.
Setelah mengurai sekilas tentang hukum Negara yang menjadi tempat asal kita berpijak dan bermukim, coba kita urai juga pandangan agama ‘pandangan islam’ bagaimana al-Qur’an dan hadits memaknai kebebasan beragama QS Al Baqarah:256 : "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." Islam memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada setiap umat manusia untuk memilih atau menolak suatu agama tertentu, berdasarkan keyakinannya. Seseorang dipersilakan menjadi seorang Muslim yang bersyukur, tunduk dan patuh akan ketentuan Allah SWT atau menjadi seorang yang kufur, menolak dan menentang ajaran-Nya. Hal ini sebagaimana secara tegas dinyatakan dalam QS Al-Insaan:3 : "Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur, ada pula yang kafir. Bahkan ketika Rasulullah SAW memiliki keinginan kuat agar setiap orang beriman kepada Allah SWT, menjadi Muslim yang baik, dan bila perlu dengan pemaksaan dan tekanan, maka Allah SWT langsung mengingatkannya, dengan firman-Nya dalam QS Yunus:99-100 : "Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Memilih agama yang diyakini adalah murni sebuah hasrat yang terbentuk tanpa adanya paksaan dan pengaruh dari siapapun, karena keyakinan adalah persoalan hati yang tidak dapat diukur dan diatur kemanapun ia berteduh. Apalagi agama merupakan sebuah hubungan antara manusia dengan tuhan yang mempengaruhi hubungan manusia dengan manusia. Agama secara bahasa berasal dari A yang berarti tidak dan Gama Yang berarti rusak, dan agama berarti tidak rusak. Sebab pada dasarnya semua agama mengajarkan pada kebaikan dan kedamaian, tidak ada agama yang mengajarkan pada kerusakan, kehancuran dan keburukan. Maka dari itu saling menghargai dan menghormati merupakan salah satu wujud bahwa kita mencintai sesama manusia yang juga memiliki hak untuk hidup dan berpendapat.
Dalam hal beragama Negara mengakui 6 agama dan menjamin kebebasan tersebut dalam UU yang sudah dijelaskan diawal. Maka dari itu, kita sebagai warga Negara yang patuh dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian. Kita harus mencoba untuk membangun toleransi antar umat beragama dan kebebasan beragama. Menurut Jappy Pellokila Toleransi dan kerukunan antar umat beragama bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kerukunan berdampak pada toleransi, atau sebaliknya toleransi menghasilkan kerukunan, keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia. Jika tri kerukunan antar umat beragama, intern umat seagama, dan umat beragama dengan pemerintah terbangun serta diaplikasikan pada hidup dan kehidupan sehari-hari, maka akan muncul toleransi antar umat beragama. Atau, jika toleransi antar umat beragama dapat terjalin dengan baik dan benar, maka akan menghasilkan masyarakat yang rukun satu sama lain. Toleransi antar umat beragama harus tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan umat saling menghargai, menghormati, menolong, mengasihi, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya menghormati agama dan iman orang lain; menghormati ibadah yang dijalankan oleh orang lain; tidak merusak tempat ibadah; tidak menghina ajaran agama orang lain; serta memberi kesempatan kepada pemeluk agama menjalankan ibadahnya. Di samping itu, maka agama-agama akan mampu untuk melayani dan menjalankan misi keagamaan dengan baik sehingga terciptanya suasana rukun dalam hidup dan kehidupan masyarakat serta bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)



.jpg)
.jpg)