Pernah denger
istilah pacaran? ketika pertanyaan ini saya lontarkan di sebuah diskusi di kampus, rata-rata menjawab pernah, dan hampir seluruh audiences menyatakan dirinya sudah pernah berpacaran walaupun ada yang baru sekali pun ada juga yang sudah berkali-kali pacaran (lebih dari 2 kali). Sebelum membahas banyak hal terkait ‘hukum’ pacaran alangkah
butanya kita jika ternyata kita tidak tau apa sebenarnya pacaran itu, apa maksud
dari pacaran itu atau bolehkah
berpacaran?.
Definisi Pacaran
Menurut
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas; Pacaran merupakan proses
perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap
mencari kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah
kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan
cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang
pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar.
Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah
berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah
ditetapkan bersama. Pacaran tidak hanya berarti hubungan antara lawan jenis,
tapi bisa juga sesama jenis atau kita lebih sering mendengarnya dengan sebutan
homoseksual (karena sadar atau tidak sadar mereka ada disekitar kita) yang mana
laki-laki berkencan dengan sesama laki-laki (gay) dan perempuan berkencan
dengan sesama perempuan (lesbian) atau mengencani dua-duanya (biseksual) hanya saja pasangan-pasangan semacam ini belum banyak orang yang bisa menerima, padahal ada.
Saat harus pacaran
Dijaman
berkembang saat ini, siapa sih ABG yang belum pernah pacaran? Bisa jadi dalam satu sekolah bisa dihitung dengan jari.
Berpacaran tak bisa dibatasi dengan umur, misalkan orangtua si Aninda mengekang
Aninda untuk tidak berpacaran dan baru boleh pacaran setelah umur 17tahun.
Mungkinkah hal tersebut bisa benar-benar mengikat anak? Dan mungkinkah si anak
benar-benar tidak berpacaran sampai usia 17? Jawabannya bisa jadi dua. benar-benar tidak pacaran karna menjaga amanah dari orangtuanya, yang kedua tetap pacaran tapi backstreet atau pacaran diam-diam dan dirahasiakan ke masing-masing orangtua.
Tahab-tahab waspada
Pacaran gak berani pegang tangan?
nggak jaman kali ya. Nah.. ini yang musti mulai diwaspadai. Sering kita
mendengar istilah; cinta itu dari mata turun ke hati. Begitu juga pacaran,
awalnya pegangan tangan lama-lama bisa pegang selakangan. Ups!!
Ada beberapa tahab yang harus
mulai kita waspadai saat berpacaran. Biasa disingkat dengan KNPI. Bukan Komite
Nasional Pemuda Indonesia lho ya.. tapi Kissing (ciuman), Necking (merambah ke leher), Petting ( sampailah ke payudara) dan terakhir Intercourse (hubungan kelamin). dalam tahap ini tentunya perempuanlah yang dituntut, sebab di kehendaki ataupun tidak perempuan yang memiliki organ reproduksi yang menjadikannya rentan terhadap kekerasan dan pelecehan.
Pacaran, Haram??
Menurut islam, tidak ada istilah
pacaran. Dalam qur’an dan haditspun tidak pernah dijelaskan istilah pacaran. Seperti dalam film-film islami
yang pernah ditayangkan ditelevisi, contoh: ayat-ayat cinta; dalam cerita cinta
yang berkembang dalam setiap adegan tidak diceritakan bahwa mereka pacaran dulu baru menikah. Alasan kenapa islam mengharamkan pacaran adalah karena pacaran dianggap dekat dengan zina, jadi kalau ada cerita tentang pacaran yang islami ya.. nggak ada, sebab tidak ada istilah pacaran dalam islam, yang ada hanya ta'aruf (perkenalan). Dari perkenalan inilah kemudian disepakati untuk berlanjut ke jenjang pernikahan. Karna perkembangan zaman, perkenalan masa sekarang tidak lagi diartikan sebagai perkenalan yang singkat, akan tetapi butuh waktu yang panjang untuk benar-benar mengenali pasangannya. Anehnya mengenali pasangan tidak cukup kenal luarnya saja, tapi sampai ke dalam-dalamnya... Ini dia yang akhirnya menjadi masalah kenapa haram semakin ditekankan.
Bangun Penyadaran
Pacaran memang tidak dianjurkan dalam islam, tapi tidak semua orang yang hidup di dunia ini adalah orang islam, pun tidak semua orang islam punya prinsip semacam itu. Maka dari itu, mari berbicara sebagai seorang remaja yang mengalami masa perkembangan dan sedang asyik-asyiknya menikmati dunia remajanya, dan remaja semakin di kekang dia akan semakin membangkang. ini tips-tips saat kamu memutuskan untuk berelasi dengan seseorang:
a. Jangan biarkan kamu jadi orang yang tertutup untuk berelasi baik juga dengan orang lain ketika kamu sudah punya pasangan
b. Jangan sampai pasanganmu mendominasi dan mengatur semua tindakanmu
c. Carilah relasi yang mau dan enak diajak berbagi
d. Jangan tunduk meski kadang merunduk (toleran) dan yang terakhir
e. Saling mengisi dan saling menghargai.
Semoga kelak mendapat pasangan yang diidamkan. AMIN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar