Rabu, 03 Januari 2018

Mengajak balita ke dokter gigi

Dulu kami (aku dan suami) memang sudah berencana akan memeriksakan gigi deknu secara rutin minimal 6 bulan sekali, ternyata seiring waktu kami jadi banyak pertimbangan. Takut anaknya nggak mau lah, nangis, bikin geger dll. Padahal itu ketakutan dan keraguan yang kami buat-buat sendiri, sampai akhirnya rencana gagal. Kami tidak pernah memeriksakan gigi deknu sampai hari ini.
Nah karna gigi deknu gripis, maka kami bulatkan tekad untuk mantap ke dokter (meskipun banyak orang berasumsi, gigi susu mah gak papa kalau rusak, ntar juga ganti). Kalau kami mikirnya itu gigi bakal dibawa sampai usia 7 tahunan, jadi ya harus dijaga. Kasian kan kalau sepanjang waktu menunggu gigi susunya tanggal, deknu harus kehilangan kepercayaan diri karna entah guyon atau serius kadang orang dewasa bertanya ‘loh giginya kok habis, kemana?’ trus si anak malu-malu menjawab.
Di dokter gigi, gigi deknu dibersihkan dan ditambal bagian depan biar rata lagi. Awal-awal emang agak susah pas dokter minta deknu untuk buka mulut untuk ngecek gigi deknu sudah ada berapa dan bagian mana yang rusak. Sambil menyodorkan balon dari sarung tangan, dokter membujuk deknu supaya mau dengan rela hati buka mulut. Akan sangat disayangkan kalau proses ke dokter menimbulkan trauma pada anak, dan beruntung sekali si dokter paham dan sangat berhati-hati dalam mencari celah. Pengecekan selesai, ada 2 gigi yang perlu ditambal. Untuk menghindari proses lama dan trauma, dokter menyarankan dua pilihan; datang lagi lain waktu atau menunggu deknu bobok. Akhirnya kami putuskan keluar sebentar dan menunggu deknu bobok.
Dengan berbagai cara, akhirnya deknu bobok. Kami masuk lagi dan bersiap menambal gigi deknu. Baru saja memindah posisi tidurnya, eh dia terbangun. Pelan-pelan kami yakinkan deknu untuk ditambal giginya, sempat nangis sebentar karena dipegangin mulutnya, mungkin merasa tidak nyaman. Untung prosesnya cepet, dokternya juga baik banget. Begitu selesai deknu langsung mesam-mesem pamer gigi sambil mainan balon. Deknu juga mau berpamitan dengan bu dokter sambil tosh.
Senang sekali meihat anak kita berani ke dokter.
oh iya, deknu usianya 21 bulan. Usia yang masih kecil bukan kendala untuk kita tetap memeriksakan gigi anak secara rutin ya bun.. Gigi gripis juga tidak selalu karena mengkonsumsi susu formula, karna kebetulan deknu bayi ASI. Berdasarkan hasil diskusi dengan dokter, kemungkinan yang menyebabkan deknu gripis giginya adalah kurang kalsium. Pesan juga untuk para calon ibu atau yang sudah hamil kedua dst, cukupi kebutuhan kalsium selama hamil ya
semoga bermanfaaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar