
Dulu kami (aku
dan suami) memang sudah berencana akan memeriksakan gigi deknu secara rutin minimal
6 bulan sekali, ternyata seiring waktu kami jadi banyak pertimbangan. Takut
anaknya nggak mau lah, nangis, bikin geger
dll. Padahal itu ketakutan dan keraguan yang kami buat-buat sendiri, sampai
akhirnya rencana gagal. Kami tidak pernah memeriksakan gigi deknu sampai hari
ini.
Nah karna gigi deknu gripis, maka kami bulatkan tekad untuk mantap ke dokter
(meskipun banyak orang berasumsi, gigi susu mah gak papa kalau rusak, ntar juga
ganti). Kalau kami mikirnya itu gigi bakal dibawa sampai usia 7 tahunan, jadi
ya harus dijaga. Kasian kan kalau sepanjang waktu menunggu gigi susunya
tanggal, deknu harus kehilangan kepercayaan diri karna entah guyon atau serius
kadang orang dewasa bertanya ‘loh giginya kok habis, kemana?’ trus si anak
malu-malu menjawab.
Di dokter gigi,
gigi deknu dibersihkan dan ditambal bagian depan biar rata lagi. Awal-awal
emang agak susah pas dokter minta deknu untuk buka mulut untuk ngecek gigi
deknu sudah ada berapa dan bagian mana yang rusak. Sambil menyodorkan balon
dari sarung tangan, dokter membujuk deknu supaya mau dengan rela hati buka
mulut. Akan sangat disayangkan kalau proses ke dokter menimbulkan trauma pada
anak, dan beruntung sekali si dokter paham dan sangat berhati-hati dalam
mencari celah. Pengecekan selesai, ada 2 gigi yang perlu ditambal. Untuk menghindari
proses lama dan trauma, dokter menyarankan dua pilihan; datang lagi lain waktu
atau menunggu deknu bobok. Akhirnya kami putuskan keluar sebentar dan menunggu
deknu bobok.
Dengan berbagai
cara, akhirnya deknu bobok. Kami masuk lagi dan bersiap menambal gigi deknu. Baru
saja memindah posisi tidurnya, eh dia terbangun. Pelan-pelan kami yakinkan
deknu untuk ditambal giginya, sempat nangis sebentar karena dipegangin
mulutnya, mungkin merasa tidak nyaman. Untung prosesnya cepet, dokternya juga baik
banget. Begitu selesai deknu langsung mesam-mesem pamer gigi sambil mainan
balon. Deknu juga mau berpamitan dengan bu dokter sambil tosh.
Senang sekali
meihat anak kita berani ke dokter.
oh iya, deknu usianya 21 bulan. Usia yang masih kecil bukan kendala untuk kita tetap memeriksakan gigi anak secara rutin ya bun.. Gigi gripis juga tidak selalu karena mengkonsumsi susu formula, karna kebetulan deknu bayi ASI. Berdasarkan hasil diskusi dengan dokter, kemungkinan yang menyebabkan deknu gripis giginya adalah kurang kalsium. Pesan juga untuk para calon ibu atau yang sudah hamil kedua dst, cukupi kebutuhan kalsium selama hamil ya
semoga bermanfaaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar