Minggu, 11 Maret 2012

Catatan Senja di Jogja III

Aku rindu jogja
diantara keenggananku yang beradu
aku rindu hiruk pikuk suaranya
diantara barisan-barisan batu
yang terdiam dibalik mata-mata sendu
masihkah waktuku?
Masih bolehkah ku ukir ceritaku

aku masih saja begini
dengan mata lantang berujar
dengan hati lapang berkoar
tetap saja sempit
tetap saja menghimpit
tetap saja pait

dan biarkan aksara-aksara memanja
memuja
kemudian berubah menjadi amarah
tanpa latah
lalu
semua membuncah
pyaarr...
Seperti kepingan-kepingan yang terserak
rusak
dan tak lagi layak

aku rindu jogja
dengan matahari senja yang merona
biarkan ku datang dengan kebimbangan
sampai datang waktuku pulang
dan hilang...


29 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar