Sejenak saya jadi ingat tentang pertanyaan seseorang pada saya, pernahkah orangtua kamu bilang sayang sama kamu. dan saya hanya bilang tidak sambil tersipu malu. saya baru menyadari bahwa mengungkapkan secara verbal itu lebih sulit daripada mengungkapkan secara sikap. dan sadarkah kamu, dalam hubungan yang lebih sering kita temui (pacaran misalnya_mengungkapkan rasa sama dengan memulai komitmen untuk menjalin hubungan bersama sangatlah berat) itulah kadang yang menjadi alasan kenapa orang kesulitan mengungkapkan perasaannya, mungkin menunjukkannya mudah, tapi untuk mengatakan tentunya sangatlah berat. Pertimbangan yang dipikirkan tentunya, apakah gayung bersambut? karna sikap yang ditunjukkan tidak selalu berarti sama dengan apa yang dirasakan. Maka lagi-lagi itu akan jadi pertimbangan yang sangat berat, jangan-jangan kita yang kePeDean karna sudah sangat berharap si doi membalas apa yang kita rasakan.
Nah lhoo... coba deh dipikir kembali, tidak mengutarakan apa yang kita rasakan sebenarnya akan lebih menyisakan beban yang lebih berat. Kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan orang lain terhadap kita, maka apapun hasil jawaban yang diungkapkan kepada kita setidaknya kita telah lega karna mengungkap apa yang jadi ganjalan dipikiran. Akan lebih menyesal ketika kamu terlambat menyadari bahwa keterbukaanmu sebenarnya juga sedang dinanti-nanti, namun karna terlalu lama maka doi menganggap bahwa barangkali hanya sesaat dan akhirnya memilih orang lain yang mengutarakan apa yang dirasa terlebih dahulu. Hal ini tidak hanya berlaku untuk yang pingin mengutarakan cinta lho ya.. tapi juga yang punya uneg-uneg dengan teman misalnya. Siapa tahu hal serupa juga dirasa, jangan sia-siakan kesempatan itu berlalu begitu saja, dan jangan biarkan hubunganmu menggantung. Atau kalau kamu tipikal orang yang ragu dan takut untuk mengungkapkan secara verbal karna pertimbangan tidak pintar merangkai kata. barangkali menulis surat lebih efektif untuk menyampaikan unek-unek yang makin menggunung. Kecuali kalau kamu tetap ingin membiarkannya menjadi bom waktu yang makin lama akan meledak tanpa kontrol. Mari belajar terbuka, apapun hasilnya. Sebab jujur itu lebih baik walaupun terkadang hasilnya menyakitkan...
.jpg)
kesalah pahaman pun bisa tumbuh karena ketidak terbukaan, dan itu berakibat fatal pula...
BalasHapusEhmmm, salam mba intan :)