Sabtu, 14 Juli 2012

Sajak Pendendam

ternyata...
kebencian itu tak pernah redam
terpatri dalam puing-puing persemedian
dan tetap membungkam
sapaan kosong
tipuan bayang yang berkelebat
sesaat dan jadi sesat

ternyata
senyumku tak pernah hapuskkan dahagamu
atas cinta yang terenggut
olehku...
walau telah ku relakan untukmu

ternyata..
api tak pernah padam
genderang masiih ditabuhkan
sedang aku terlarut dalam tarian
bersorak riang

ternyata
tarianku berujung tangis
mengumpat tatapan bengis
perlahan meneriakiku
menghujaniku

9 April 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar