Sering saya berfikir, kenapa tuhan
menciptakan perbedaan? Ada laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, kaya dan
miskin, cantik dan jelek, bodoh dan pintar, juga kawan-kawannya yang lain.
Seolah-olah hanya orang-orang yang beruntung “yang katanya disayang tuhan” lah
yang selalu merasakan bagaimana berada
pada posisi yang unggul. Apa iya? Hal ini juga yang kadang membuat saya
semakin lama memutar otak, apa tujuan tuhan membuat perbedaan? Kalau itu justu
membuat orang jadi merasa “Tuhan tak adil” membeda-bedakan manusia yang Dia
ciptakan sendiri. Mengkotak-kotakkan manusia menjadi golongan-golongan yang tak
seimbang, betapa tidak beruntungnya orang yang miskin, jelek dan tak pernah
merasakan indahnya dunia kemudian masuk neraka karna semasa hidupnya berbuat
jahat demi mendapat sesuap nasi untuk menyambung hidup. Hanya bisa menghela
nafas, dan berkata “betapa tidak beruntungnya mereka yang tak dapat kesempatan
merasakan nikmatnya susu dan roti setiap hari”. Bekerja keras dengan hasil yang
tak seimbang, “pernah lihat atau merasakan fenomena_kerja didalam ruangan
ber-AC lebih banyak gajinya daripada kerja diluar ruangan yang bisa jadi
mengeluarkan lebih banyak keringat dan tenaga?”. Mengingatkan saya kepada
seseorang yang terus saja memaksa untuk memecahkan teka-teki hidup “kenapa saya
miskin? karna saya bodoh, dan kenapa saya bodoh? karna saya miskin” menjadi
sebuah lingkaran yang terus saja berputar, dan tidak tau kapan selesai.
Sepertinya orang bodoh memang ditakdirkan miskin, begitu juga sebaliknya.
Apapun yang terjadi semuanya takdir
tuhan, hanya manusia sendiri yang bisa merubahnya. Bagaimana kalau manusia
sudah berusaha merubah tapi tak juga mengalihkan arus hidup yang membelit?
Takdirkah? Atau tuhan memang pilih kasih dalam menciptakan manusia?
Entahlah!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar