Minggu, 14 Oktober 2012

yang Remaja yang Pacaran

             Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. (Sri Rumini & Siti Sundari, 2004: 53). Pada masa inilah remaja cenderung merasa ingin tahu banyak hal, mencoba-coba hal-hal yang baru sebagai pembuktian sebuah eksistensi. Termasuk dalam hal pacaran, disadari atau tidak rata-rata remaja sekarang akan minder ketika dirinya tidak memiliki pasangan (pacar) dan jomblo adalah label untuk remaja yang jadul dan nggak gaul. Uniknya lagi, dimasa ini pacaran tak lagi dimaknai sebagai ’ta’arufan’ atau masa saling mengenali satu sama lain tapi dimaknai sebagai trend. Apalagi ML ’Making Love’ dimasa pacaran sudah menjadi perkara lazim sampai-sampai jika belum pernah melakukan hal tersebut diolok-olok dan dianggap jadul. Tak ayal jika banyak kekerasan yang kemudian terjadi hanya karna alasan pertaruhan harga diri, dan rata-rata yang jadi korban dalam perkara ini adalah perempuan. 
          Disadari atau tidak kekerasan yang terjadi rata-rata di lakukan oleh orang-orang terdekat, diantaranya adalah pacar atau suami. Relasi kuasa yang tidak dikomunikasikan dengan baik menyebabkan kekerasan semakin sering dilakukan. Tak jarang, korban justru merasa kekerasan tersebut sebagai hal yang lumrah karena alasan yang digunakan adalah kekerasan dilakukan sebagai salah satu bentuk hukuman atas ketidak patuhan yang dilakukan. Hal tersebut juga yang terkadang membuat para korban cenderung tertutup dan tidak melaporkan kekerasan yang dialaminya, karena menganggap kekerasan tersebut adalah sah-sah saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar