Hari yang tidak dimengerti oleh seorang gadis kecil, hari Ibu.. biasa dirayakan di tanggal 22 desember yang sebenarnya adalah hari perempuan. Bukan alasan yang cukup penting baginya, yang terpenting adalah ia selalu bisa mengukir rasa cintanya untuk ibunda tercintanya. Sebuah jarum dan benang ia coba selipkan diantara kain flanel yang sengaja ia bentuk dengan simbol cinta. dengan ketulusan ia coba membuat isyarat tentang kasihnya yang dalam terhadap ibunya, ibu yang mengasuhnya, menjaganya dan membanting tulang untuk kebahagiaan dua putrinya.
Si kecil missi yang tak pernah diam dan super cerewet tapi sangat mandiri dan aku, panggil saja aku pipid.. aku lebih suka dipanggil dengan nama itu. Selama ini aku hanya menerima saja keadaan yang ada dirumah dan terkesan pasif dibanding adikku, bukan berarti aku tidak bisa memberontak tapi aku sedang berfikir tentang banyak hal. Berfikir tentang bagaimana cara agar aku bisa membuat Ibu bahagia, membuat Ibu tak pernah meneteskan air mata duka lagi. Perjalanan keluargaku memang tak seperti teman-temanku lainnya, yang bahagia karna selalu didampingi Ayah dan Ibunya. Tapi aku tetap bersyukur, karna aku punya Ibu yang super duper hebat dan tidak tertandingi.
Minggu lalu aku baru saja menerima raport, laporan hasil belajarku selama setahun, dan lagi-lagi aku mendapatkan peringkat kedua dari belakang. Begitupun sebaliknya adik kecilku jauh-jauh hari telah bilang pada Ibu 'Ibu maaf ya kayaknya adek nggak bisa dapet rangking 1, kayaknya juga nggak rangking 2' kata dia sambil menyakinkan Ibu agar tidak kecewa.. dan hasilnya adek dapat rangking 2. Aku tidak pernah iri pada adikku walaupun dia selalu bisa menunjukkan banyak hal terbaik untuk membuat Ibu bangga, aku justru bersyukur.. diantara kekurangan-kekurangan yang aku miliki ada adik yang bisa sedikit mengurangi rasa bingung Ibu menanganiku. Maaf Ibu, aku memang tak sepintar adek, tapi yakinlah kami berdua menyayangimu, mencintaimu.
Bagiku setiap hari adalah hari Ibu, dan setiap hari juga aku dan missi selalu berusaha membuat Ibu bahagia, membuat Ibu bangga, dengan cara kami. Dengan penuh suka cita kami selalu menyambut kedatangan Ibu saat Ibu pulang bekerja, menceritakan banyak hal yang kami alami seharian, berucap terimakasih dan maaf saat kami menerima sesuatu dan berbuat kesalahan. Katanya meminta maaf dan memaafkan itu mulia, dan itu juga yang membuat kami tidak banyak menumpuk dendam.. meskipun Ayah telah meninggalkan kami..
Bagi kami Ibu adalah segalanya, Ia koki yang hebat saat kami sedang tak nafsu makan, Ia juga dokter yang mujarab saat kami sakit, guru yang sabar mengajari kami tentang banyak hal, polisi yang pemberani untuk selalu ada melindungi kami dan banyak hal lagi yang tak terdefinisikan. Pun tak henti-hentinya kami berucap Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kami Ibu yang dahsyat, yang cantik dan tangguh.. I Love u mom

di sini, tempat kau boleh datang kapan saja. menyodorkan pena dari tanganmu yang kanan. memberi inspirasi, menyeruak kisah-kisah untuk diabadikan dengan indah. tersenyum, diantara desah angin dan rimbun rasa tentang cinta dan keindahan
BalasHapusI like your writing
terimakasih mas... :D
BalasHapus