Kamis, 10 Januari 2013

Backpacker Karimun 2

    30 Desember 2012 Pagi di Menjangan besar, kami bersiap memasak dan menyiapkan sarapan. Sayur bayem dan kering tempe, menu yang yahuuut dan dalam sekejap ludes. Tiba saatnya bersiap untuk snorkling, siapkan alat dan kostum.. Rasanya sudah tidak sabar, melihat pemandangan laut secara langsung sambil belajar berenang. benar-benar indah, warna warni karang dan ikan dengan rupa dan bentuk yang beraneka ragam.Ini surga kecil dibawah air yang kemarin mengguncangkan isi perut. Pemandangan alam yang indah walaupun langit mulai mendung, dan tiba-tiba... air hujan tumpah begitu saja, beberapa dari kami segera lari ke perkemahan untuk mengamankan barang, beberapa lagi masih asik dengan pengalaman laut. Awas ada bulu babi.. hal yang paling ditakuti saat menyelam di Menjangan Besar, benda laut ini dikenal galak jika kita sampai menyenggolnya, katanya yang terkena tusukannya bisa demam atau bentol-bentol jika sistem imun dalam tubuh kita tidak bisa melawannya. Ternyata si 'tambun' yang menikmati sengatan bulu babi.. dalam perjalanan menyusuri karang-karang yang indah itu tiba-tiba kami melihat perangkap ikan di dasar laut, ada banyak ikan disana, ikan yang terperangkap di dalam kerangkeng besi dengan ditumpuki karang-karang yang sudah mati. Ada banyak hal yang terbesit, termasuk makan siang yang awalnya tidak kami pikirkan karna tidak ada lauk untuk dimasak. Akhirnya dengan kesepakatan bersama, kami ambil sebagian ikan-ikan yang indah itu. Sayang memang, tapi mungkin ini rejeki dari Tuhan untuk kelanjutan hidup kami (haha, lebay). Rizki dari alam, 'daripada mati karena kelamaan terperangkap' pikir kami nakal. Ada ikan kakak tua, ikan warna-warni, ada yang hijau, merah belang hitam, dll, ikan yang terlalu cantik untuk dimakan. Tapi ya sudahlah, kita makan besar sekarang :D
     Setelah kenyang dengan menu makan siang yang hebat, kami semua menggelar matras dan bersantai di pinggir pantai. Ada sebagian yang sudah tertidur pulas diujung sana, ada juga yang masih asyik ngrumpi dan berfoto-foto. Akhirnya, aku, aidris dan lina memutuskan untuk ke laut lagi, masih penasaran dan masih ingin menikmati indahnya laut.. mumpung sedang panas, walaupun akhirnya kami seperti kehabisan tenaga. Sore, kapal mulai menjemput.. kami harus berkemas-kemas untuk pindah ke pulau lain, sampai di pinggir dermaga lina langsung tepar, dia kelelahan karna tidak istirahat saking semangatnya ingin menikmati laut, badannya panas dan wajahnya merah. Sudah mirip udang rebus tinggal nambahi kecap... Aku kedinginan karna belum ganti baju dan mandi, terlalu buru-buru naik dari air dan berkemas. Akhirnya ku temukan kamar mandi yang cukup nyaman untuk mandi dan ganti, sedang yang lain sedang menikmati makan di warung. Sudah segar dan aku lapar, ku pesan sepiring nasi dengan sup dan martabak jagung.. menu yang aku sukai walaupun si jhon menghinaku, dia bilang pegawai kok cuma makan pakai gorengan, candanya. ini bukan perkara aku nggak kuat makan ayam jhon, tapi kandungan gizinya. asem tenan! sahutku tidak terima. Jemputan datang sudah cukup malam, motor dengan bak di belakang.. kami menyusuri malam untuk menembus pulau yang akan kami tinggali nanti. Pulau ujung gelam... tenda sudah didirikan, dan kami menikmati malam dipinggir pantai sampai tertidur. Rintik air mulai membasahi kami, dan semua mulai pindah ke tenda. Semalaman ditemani hujan, daan kami tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Begitu hujan reda kami mulai menikmati suasana pinggir pantai di ujung gelam, pantai yang penuh bebatuan besar di pinggirnya. Foto-foto dan memasak air untuk membuat kopi dan memasak mi untuk sarapan.
    Ahay.... Kapal yang akan kami tumpangi sudah datang, saatnya berkemas.. dan mulai berpetualang lagi :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar